Topan Yasi Sebesar Badai Katrina

Kompas.com - 02/02/2011, 19:49 WIB

CANBERRA, KOMPAS.com - Warga negara bagian Queensland, Australia kini tengah cemas dengan ancaman topan raksasa Yasi. Siklon tropis raksasa itu diperkirakan menerjang wilayah tersebut Rabu (2/2/2011) tengah malam ini dan akan berlangsung beberapa hari.

Badan Meteorologi Australia memperkirakan topan tersebut bakal menerjang dengan kekuatan sangat hebat dan berpotensi memoporakporandakan wilayah tersebut serta mengancam nyawa manusia. Citra satelit memperlihatkan ukurannya terus membesar dan berubah menjadi sistem topan raksasa yang masuk kategori lima.

"Sangat berbahaya dengan kerusakan yang sangat luas. Tiupan angin terkuat dari siklon kategori lima sangat merusak dengan kecepatan hembusan di daratan mencapai 280 kilometer perjam," demikian penjelasan Badan Metoroologi Australia di situs webnya.

Topan kategori 5 merupakan kategori terkuat. Kekuatan sebesar itu setara Badai Katrina yang meluluhlantakkan wilayah New Orleans, AS, pada tahun 2005. Diameter badai diperkirakan mencapai 800 kilometer dan akan menerjang wilayah daratan hingga sejauh 1000 kilometer selama tiga hari.

Seperti diberitakan sebelumnya, topan dengan kekuatan sebesar itu terakhir kali melanda kawasan tersebut pada tahun 1918 yakni topan Innisfail pada 10 Maret 1918.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau