Kasus cek perjalanan

KPK Buru Hengky Baramuli

Kompas.com - 03/02/2011, 08:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi gagal melakukan penjemputan paksa atas salah satu tersangka kasus dugaan suap cek perjalanan dalam pemilihan Dewan Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda Goeltom, Hengky Baramuli. Mantan Anggota DPR-RI 1999-2004 asal Fraksi Golkar itu, direncanakan akan dijemput KPK pada hari Rabu (2/2/2011) kemarin. Namun, menurut juru bicara KPK, Johan Budi, yang bersangkutan tidak diketahui keberadaannya.

"Sekarang tim sedang mencari Hengky, yang bersangkutan tidak ditemukan," kata Johan Budi melalui pesan singkat kepada wartawan, Rabu (2/2/2011) malam.

Hengky Baramuli merupakan tersangka terakhir yang belum menjalani pemeriksaan terkait kasus kasus tersebut. Ia mangkir dari pemeriksaan seluruh tersangka yang dijadwalkan 28 Januari 2011 lalu. Alasan yang disampaikan, karena sakit dan dalam masa pengobatan.

"Keluarganya dan pengacaranya memberitahukan bahwa Hengky sakit, enggak bisa datang," terang Johan.

Menurut Johan, KPK sudah melakukan pencarian terhadap Hengky sejak 31 Januari lalu. Bahkan, KPK mengerahkan sejumlah tim untuk menjemput paksa di rumahnya.

Menurut informasi, mantan anggota komisi IX DPR periode 1999-2004 itu tengah menderita penyakit kanker dan akan diperiksa tim dokter KPK. Namun usaha KPK belum membuahkan hasil, Hengky belum diketahui keberadaannya.  

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau