Riedl Bantah Tuduhan Konspirasi

Kompas.com - 03/02/2011, 12:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pelatih tim nasional Indonesia, Alfred Riedl, akhirnya angkat bicara mengenai tuduhan konspirasi jual-beli partai final Piala AFF. Dengan tegas, Riedl membantah tuduhan timnya sengaja kalah di partai tersebut karena mendapat tekanan dari pengurus PSSI.

Seperti diberitakan sebelumnya, beredar surat elektronik dari seseorang yang mengaku bernama Eli Cohen. Surat tersebut berisi tentang tindakan dua pejabat teras PSSI yang melakukan persekongkolan dengan bandar judi Malaysia agar timnas kalah, sehingga mereka bisa meraih keuntungan miliaran rupiah.

Sebelumnya, Sekjen PSSI Nugraha Besoes dan kapten timnas Bambang Pamungkas telah membantah tuduhan ini. Kini, giliran Riedl melakukan hal yang sama.

"Saya sebenarnya malas bicara masalah ini. Ketika Anda punya bukti, baru kita bisa membicarakannya. Sangat mudah untuk menuduh seseorang ketika tak ada yang mengenal Anda, dan Anda pakai nama samaran," ujar Riedl seusai memimpin latihan timnya di Gelora Bung Karno, Kamis (3/2/2011).

"Saya tidak melihat ada tanda-tanda konspirasi atau apa pun. Kami kalah karena kesalahan kami sendiri. Kami kalah karena kesalahan dalam 15 menit yang buruk. Tapi, jika Anda bisa membuktikannya, maka kami akan terkejut," sambung pelatih berkebangsaan Austria tersebut.

Dalam e-mail tersebut juga disebutkan ada pengurus PSSI yang masuk ke ruang ganti dan menginstruksikan para pemain timnas untuk kalah. Mengenai hal ini, Riedl mengatakan,

"Saat di ruang ganti, ketika saya di dalam tak pernah ada orang lain yang masuk. Jika ada, langsung saya usir, tak masalah siapa pun itu. Saya benar-benar tegas dengan peraturan ini, karena saya selalu melindungi pemain saya. Di dalam ruang ganti hanya ada staf, manajemen, dan pemain. Saya garansi ini 100 persen," kata Riedl.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau