Icuk Imbau Arifin Fokus Majukan Golf

Kompas.com - 03/02/2011, 20:16 WIB

JAKARTA, Kompas.com — Ketua Ikatan Atlet Nasional Indonesia Icuk Sugiarto mengimbau Arifin Panigoro agar tetap fokus memajukan golf nasional daripada ikut-ikutan mencalonkan diri menjadi pemimpin PSSI pada Kongres di Bintan, Kepulauan Riau, 19 Maret 2011.

"SEA Games XXVI tinggal beberapa bulan lagi. Untuk menyukseskan golf meraih medali emas bagi tim Merah Putih, sudah seharusnya Arifin Panigoro sebagai Ketua Umum PB PGI lebih fokus di cabang golf," kata Icuk kepada wartawan di Jakarta, Kamis (3/2/11).

Icuk mengakui, olahraga sepak bola memang sangat diminati masyarakat luas dan tentunya banyak figur ingin menjadi ketua umumnya. Namun, jika figur yang mau maju dan mendaftar ikut kongres, maka dilihat dahulu ke belakang apakah cabang yang saat ini dipegang memerlukan perhatiannya atau tidak.

Sebagai pengusaha di Tanah Air, Arifin sudah ikut andil dalam memajukan prestasi pemain sepak bola di Indonesia melalui Liga Primer Indonesia (LPI), yang digelar mulai awal Januari 2011. Namun yang menjadi pertanyaan masyarakat olahraga nasional, sampai kapan LPI bisa berjalan dengan dana swadaya.

Selama menjadi atlet dan pengurus cabang olahraga di Tanah Air, Icuk mengaku, dana pembinaan atlet masih bertumpu pada pemerintah meski ada pula beberapa sponsor.

Tanpa mengandalkan biaya dari pemerintah, siapa yang peduli terhadap pembinaan olahraga di Indonesia, termasuk sepak bola dan banyak lagi cabang lainnya.

Soal munculnya nama George Toisutta yang ikut mendaftar di kongres untuk mencalonkan diri menjadi ketua umum PSSI, Icuk mengatakan hal itu sah-sah saja. Namun, yang perlu diperhatikan adalah kelangsungan pembinaan olahraga sepak bola nasional untuk meraih prestasi di tingkat ASEAN maupun Asia.

Pencalonan figur ketua umum PSSI, katanya, jangan sampai hanya mencantumkan papan nama. PSSI membutuhkan orang-orang yang benar-benar cinta dalam memajukan prestasi para pemainnya, begitu juga dalam mencarikan dana pembinaan pada masa mendatang.

Untuk itu Icuk menegaskan, siapa pun yang mencalonkan diri sebagai ketua umum PSSI boleh-boleh saja, baik calon petahana Nurdin Halid, Toisutta, maupun Arifin. Akan tetapi, Toisutta harus fokus di olahraga judo sebagai Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Persatuan Judo Seluruh Indonesia. Begitu juga Arifin sebagai Ketua Umum PB Persatuan Golf Indonesia (PGI).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau