Longsor

700 Warga Terisolir Tanah Longsor

Kompas.com - 03/02/2011, 22:52 WIB

BOYOLALI, KOMPAS.com - Sekitar 700 warga di dua dusun, Desa Jrakah, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, terisolasi, karena akses jalan menuju dua daerah itu tertutup akibat tanah longsor.

Berdasarkan pantauan di Desa Jrakah, Selo, Boyolali, Kamis (3/2/2011), tanah longsor menyebabkan akses jalan menuju Dusun Gesikan dan Tumut di Desa Jrakah tertutup.

Bahkan, longsoran tanah dari tebing di atas jalan menuju dua dukun tersebut juga menutupi akses jalan, sehingga tidak dapat dilewati kendaraan roda dua maupun empat.

Kepala Dusun III Gesikan Marni Suroso mengatakan, bencana tanah longsor tersebut terjadi, pada Rabu pagi sekitar pukul 04.00 WIB, dan menyebabkan sekitar 700 jiwa di dua dusun, yakni Gesikan dan Tumut, Jrakah, Selo terisolasi.

Karena jalan menuju dua dusun tersebut longsorannya memakan badan jalan. Tak hanya itu, tebing di sisi jalan setinggi 40 meter ikut longsor menutupi jalan itu.

Akibat tanah longsor tersebut, ada lima mobil pikap yang memuat sayuran dari Dusun Gesikan dan Tumut tidak dapat lewat.

Sayuran itu, kemudian dapat dibawa ke pasar dengan sistem langsir ke mobil pikap lain di Dusun Wates.

"Kami tidak berani melintas, akibat tanah longsor itu," ucap Subagio, petani sayuran dusun setempat.

Marni Suroso menambahkan, Dusun Gesikan, terdapat sedikitnya 64 keluarga dengan jumlah jiwa sekitar 350 orang, sedangkan Tumut terdapat sedikitnya 51 keluarga atau sekitar 260 jiwa.

Warga yang memiliki mobil pikap untuk mengangkut sayuran setiap hari sekitar lima orang.

Oleh karena itu, warga sekitar sejak Kamis pagi melakukan gotong royong untuk membuat jalan darurat dengan cara mengepras tebing agar mobil pikap bisa keluar dari dusun.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau