Pangan

Harga Gabah Terus Anjlok, Bulog Membeli dari Petani

Kompas.com - 04/02/2011, 03:58 WIB

Banyuwangi, Kompas - Hujan yang turun terus-menerus membuat harga gabah kering panen di tingkat petani di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, anjlok dari Rp 3.200 per kilogram menjadi Rp 2.800 per kg. Penurunan garga antara lain akibat kandungan air melebihi 30 persen.

Anjloknya harga gabah ini tidak disertai penurunan harga beras di pasaran karena biaya proses giling justru meningkat. Di pasar tradisional Rogojampi, harga beras kualitas sedang mencapai Rp 6.800 per kg. Harga tersebut, menurut Sumarsih (32), salah satu pedagang sembako di Rogojampi, stabil dalam dua pekan ini.

Di beberapa kecamatan di Banyuwangi, yakni Genteng, Singojuruh, Srono, dan Rogojampi, yang merupakan sentra penghasil padi, harga gabah kering panen hingga Kamis (3/2)

Rp 2.800- Rp 3.000 per kg. Sebulan sebelumnya masih Rp 3.200 per kg. ”Kondisi hujan yang terus-menerus merusak kualitas gabah,” kata Samsuri (50), petani Desa Gambor, Kecamatan Singojuruh.

Gandol (34), petani lain dari Desa Kertosono, Kecamatan Srono, bahkan terpaksa memanen dini tanaman padi karena batang roboh diterjang hujan angin.

Bulog beli gabah

Di Jawa Barat, Subdivisi Regional Perum Bulog Cirebon berencana membeli gabah petani, untuk mengantisipasi jatuhnya harga gabah di tingkat petani. Pembelian diperkirakan dilakukan dua minggu atau tiga minggu ke depan, sambil melihat pergerakan harga di lapangan.

Kepala Sub-Devisi Regional Bulog Cirebon Rusdianto, Kamis, mengatakan, Bulog akan membeli gabah dari petani jika harga di pasaran sudah sama atau di bawah harga pembelian pemerintah yang ditetapkan Rp 2.640 per kg. Tindakan itu dilakukan sebagai upaya pengendalian harga agar tidak merugikan petani.

Selain mencegah harga gabah petani terus anjlok, menurut Rusdianto, pembelian itu juga diperlukan untuk menambah stok beras di gudang Bulog Cirebon. Saat ini, persediaan beras di gudang Bulog Cirebon sebanyak 13.000 ton. Stok itu diperkirakan mencukupi sampai Maret 2011.

Perum Bulog Divre Jember, Jawa Timur, juga akan membeli padi langsung dari petani. Unit Penggilingan Gabah dan Beras Bulog dioptimalkan aktif membeli gabah petani. (nit/rek/sir)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau