Mesir bergolak

28 WNI Keluhkan Pengurusan Tiket Pesawat

Kompas.com - 04/02/2011, 10:44 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sedikitnya 28 Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Mesir dan akan dipulangkan ke Medan, Sumatera Utara mengeluhkan ketidakberesan pengurusan tiket pesawat. Ada ibu dan anak yang sempat dapat tiket di dua jadwal keberangkatan.

"Ada kendala yang mengecewakan kami rombongan WNI yang akan pulang ke Medan, yaitu anak dan ibu awalnya dapat tiket yang tidak satu pesawat," kata koordinator rombongan, Tauhid Rambe (30), saat dihubungi Jumat (4/2/2011) di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta.

Tauhid mengatakan, seluruh WNI yang akan ke Medan dapat tiket pesawat Garuda Indonesia, Kamis (3/2/2011) malam di Asrama Haji Jakarta, Jalan Raya Pondok Gede, Jakarta Timur. Ke-28 tiket tersebut terbagi dalam dua jadwal keberangkatan dari Bandara Soekarno Hatta, yakni Kamis pukul 07.00 dan 12.00 WIB.

"Tiket-tiket itu dibagikan oleh biro perjalanan," kata pria asli Padang Sidempuan, Sumatera Utara ini.

Namun, setelah melihat masing-masing nama pada tiket, Naila (15 hari) dijadwalkan naik pesawat pukul 07.00 sedangkan ibunya, Darmiati, pukul 12.00 WIB. Kemudian, kakak beradik Sarah (4) dan Asma (3) naik pukul 12.00, sementara sang ibu naik pesawat pukul 07.00.

"Kemudian, kami secara internal tanpa dimediasi oleh pejabat atau staf pemerintah berdiskusi untuk bertukar tiket supaya anak dan ibu bisa berangkat bersama dalam satu pesawat," ujar mahasiswa Universitas Al Azhar Kairo Fakultas Syariah Islamiyah Tingkat 3 itu.

Akhirnya, Sarah dan Asma bisa berangkat bersama ibunya menumpang pesawat Garuda Indonesia pukul 12.00. Sementara, tadi pagi Darmiati dan anaknya, Naila, menaiki pesawat Garuda Indonesia pukul 07.00 WIB.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau