Mafia pajak

Perusahaan Bakrie Bukan Urusan Gayus

Kompas.com - 04/02/2011, 15:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Hotma Sitompul, kuasa hukum mafia pajak Gayus Halomoan Tambunan, kembali menegaskan, tiga perusahaan milik Bakrie Group tidak ada hubungannya dengan kasus Gayus.

Menurutnya, kliennya memang mengurus 44 perusahaan dari 151 perusahaan yang ditugaskan padanya. Namun tiga perusahaan Bakrie tidak termasuk di dalamnya. Perusahaan-perusahaan yang dimaksud adalah PT Arutmin, PT Bumi Resources Tbk, dan PT Kaltim Prima Coal.

"Saya mau tekankan satu hal, dari 151 perusahaan tidak ada perusahaan Bakrie. Saya tekankan lagi tidak ada urusan lagi dengan Bakrie," tegas Hotma di sela mendampingi Gayus di KPK, Jumat (04/02/2011).

Menurutnya, isu perusahaan Bakrie semakin berkembang karena pernyataan aktivis ICW, Febri Diansyah, yang selalu mengatakan pada media bahwa Bakrie terlibat dalam kasus Gayus.

"Saya tekankan lagi tidak ada urusan lagi dengan Bakrie, tapi karena Febri Diansyah. Di mana pun di TV dia ngomong, selalu bicara Bakrie-Bakrie terus. Saya heran kenapa dia tidak bilang bongkar 151 perusahaan atau bongkar 44 perusahaan. Tiga perusahaan itu kan sudah dibantah oleh Gayus," tegasnya.

Ketika ditanya kesaksian Gayus dalam persidangan yang mengakui tiga perusahaan tersebut, menurut Hotma, karena tekanan Denny Indrayana. "Kenapa Gayus sebut tiga perusahaan itu karena Denny (Sekretaris Satgas Mafia Hukum Denny Indrayana)," kata dia. Denny membantah pernyataan Hotma.

Dalam catatan Kompas.com, Gayus setidaknya dua kali mengakui bahwa dirinya menerima suap dari perusahaan milik Grup Bakrie. Pengakuan pertama diucapkan Gayus saat bersaksi pada persidangan AKP Sri Sumartini di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (3/8/2010).

Pengakuan yang sama diungkapkan Gayus ketika bersaksi pada persidangan Andi Kosasih di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (28/9/2010).

Hotma mengatakan, pembelaan dirinya terhadap tiga perusahaan Bakrie tersebut karena Bakrie seperti dizalimi. "Saya terkesan membela Bakrie karena ada orang yang terus-terusan menzalimi itu. Jangan salah ini, saya tidak ada urusan dengan Bakrie, tapi kalau Anda terus-terusan hajar, saya nalurinya membela orang," jelas Hotma.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau