Travel tips

Tips Berkunjung ke Kelenteng

Kompas.com - 05/02/2011, 09:13 WIB

KOMPAS.com - Kemeriahan Imlek memang menggoda orang untuk berkunjung ke Kelenteng dan menyaksikan sendiri bagaimana etnis Tionghoa merayakan Imlek. Jika Anda termasuk salah satu yang berniat bertandang ke Kelenteng dan akan menjadi pengalaman pertama Anda, ada baiknya Anda mengikuti tips dari Asti Kleinsteuber. Ia adalah seorang penulis dan pemerhati budaya peninggalan. Baru-baru ini Asti meluncurkan buku "Kelenteng-kelenteng Kuno di Indonesia".

Pakaian Asti menuturkan agar berusahalah untuk sopan dengan tidak mengenakan celana pendek atau baju tanpa lengan. Hal ini untuk menunjukkan penghormatan pada umat yang tengah bersembahyang. "Saat Imlek, mereka biasa datang ke Kelenteng dengan pakaian yang rapi," kata Asti.

Kamera Saat memotret, Asti tidak pernah menggunakan flash. "Karena flash nanti bisa mengganggu mereka yang sedang bersembahyang," ungkapnya. Selain itu, Asti juga menyarankan sebaiknya tidak menggunakan tripod karena bisa mengganggu orang yang berlalu-lalang.

Saat Masuk Pengunjung bisa saja langsung masuk ke dalam. Namun Asti biasanya tidak langsung masuk. Ia akan berdiri di depan dan lihat-lihat terlebih dahulu. Jika ada penjaga, ia akan menyapa dan meminta izin untuk masuk. "Sebaiknya tanyakan saja dulu. Tapi mereka biasanya sangat ramah-ramah," jelasnya. Ia mengingatkan untuk terlihat terlalu mencolok, tetapi usahakan untuk melihat situasi dan berbaur.

Ritual Salah satu ritual di dalam Kelenteng adalah membakar hio. Jika Anda ingin ikut membakar hio bisa saja. "Saya setiap datang ke Kelenteng ikut bakar hio," ceritanya. Bahkan kadang ia pun diminta ikut berdoa di altar sesuai agamanya. Asti juga menyarankan jika ada kotak sumbangan di Kelenteng tersebut, tak ada salahnya Anda ikut memberikan sedikit uang.

Altar Jangan berjalan membelakangi altar terutama jika Anda berada di jarak yang dekat. Hal yang sama juga berlaku di depan orang sembahyang. Berjalanlah memutar dan jangan melintas di depan orang yang sedang sembahyang. "Jangan iseng ambil barang yang di altar atau di area Kelenteng," kata Asti. Apalagi kalau sampai mengambil sesaji yang dihaturkan saat sembahyang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau