Penyerarangan ahmadiyah

Delapan Korban Bentrokan Dibawa ke RS

Kompas.com - 07/02/2011, 09:10 WIB

PANDEGLANG, KOMPAS.com - Delapan korban bentrokan jemaah Ahmadiyah dan warga yang terjadi Minggu (6/2/2011) pagi di Kampung Pendeuy, Desa Umbulan, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, kini dibawa ke Rumah Sakit Serang.

"Kedelapan korban bentrokan semuanya dari kelompok jamaah Ahmadiyah," kata Sekretaris Kecamatan Cikeusik Kabupaten Pandeglang, Najmudin, Senin (7/2/2011).

dIa mengatakan, kedelapan korban bentrokan tersebut di antaranya tiga meninggal yakni Karno dan Mulyadi yang merupakan kakak beradik, warga Kecamatan Cikeusik serta seorang lainya bernama Roni, warga Jakarta.

Ketiga jenazah kini berada di Rumah Sakit Kepolisian Daerah Banten untuk dilakukan otopsi.

Sedangkan lima orang lainnya, kata dia, Pipip warga Cilegon, Dias (Jakarta) Ahmad (Jakarta), Deden Dermawan (Jakarta) dan M Ahmad (Ciledug Tangerang Selatan) mendapat perawatan Rumah Sakit Rasa Asih.

"Seluruh korban bentrokan baik yang meninggal maupun luka parah warga jemaah Ahmadiyah," katanya.

Menurut dia, pihaknya menerima informasi bahwa kedelapan jamaah Ahmadiyah tersebut berada di rumah sakit Kota Serang.

Sebelumnya, kata dia, korban bentrokan dibawa ke RSUD Malingping, namun terbatasnya peralatan sehingga mereka dirujuk ke rumah sakit Serang.

"Kami saat ini terus melakukan imbauan-imbauan warga diminta tenang dan menjaga keamanan lingkungan," ujarnya.

Dia menyebutkan, saat ini situasi lokasi bentrokan berangsur kondusif dan tidak terlihat adanya massa baik dari kelompok jamaah Ahmadiyah maupun warga setempat.

Kehidupan masyarakat Kecamatan Cikeusik pascabentrokan Ahmadiyah dan warga yang merenggut nyawa tersebut kembali normal.

Selain itu juga aparat kepolisian masih berjaga-jaga di lokasi, karena khawatir terjadi bentrokan susulan.

"Saat ini situasi Kecamatan Cikeusik Kabupaten Pandeglang aman dan kondusif," ujarnya.

Sejumlah warga Desa Umbulan Kecamatan Cikeusik mengaku pascabentrokan antarwarga dan jemaah Ahmadiyah kini mulai kondusif.

"Saya berharap bentrokan itu tidak terulang kembali," kata Yani, warga Desa Umbulan Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau