5 Alasan Cinta Membuat Anda Lebih Pintar

Kompas.com - 07/02/2011, 11:05 WIB

KOMPAS.com - Ternyata, bukan cuma bermain games atau puzzle yang bisa menajamkan otak Anda. Melalui beberapa penelitian, terbukti bahwa memiliki pasangan atau suami juga bisa membuat Anda lebih cerdas. Meskipun proses dan hasilnya mungkin tidak akan Anda sadari, tidak ada salahnya Anda mengusahakan lima taktik berikut untuk membuat Anda dan pasangan bertambah pintar.

1. Menikahi pria yang lebih cerdas daripada Anda
Seattle Longitudinal Study melakukan suatu penelitian terhadap 169 pasangan dalam tujuh interval, antara tahun 1956 dan1984. Terlihat bahwa hubungan yang paling stabil terjadi pada pasangan yang memiliki kemiripan kecerdasan, sikap yang fleksibel, tanggungjawab sosial, dan tingkat pendidikan. Para peneliti juga mendapati bahwa setelah 14 tahun bersama, pasangan  dengan pemahaman yang lebih baik tentang makna lisan dan kefasihan kata telah membuat pasangan yang "kurang cerdas" menjadi setara dengan mereka.

2. Anda sangat sering berpegangan tangan
Kehangatan dan kedekatan penting diupayakan oleh pasangan, dan berpegangan tangan dapat menghindarkan Anda dari stres. Dalam sebuah studi ditemukan bahwa ketika perempuan menikah diberitahu bahwa mereka akan menerima kejutan listrik, hanya menggenggam tangan suami  ternyata dapat meminimalisasi respons otak terhadap ancaman tersebut. Anda yang terlibat dalam hubungan yang dalam akan mengalami pengurangan cukup besar pada aktivitas otak yang berkaitan dengan stres.

3. Berciuman setidaknya satu kali sehari
Sentuhan yang intim memicu pelepasan hormon perlekatan (oksitosin), dan menurunkan kadar hormon stres, kortisol. Para peneliti juga mengatakan bahwa ketika kita berciuman, kita mengaktifkan hampir separuh saraf-saraf di tengkorak kepala yang memengaruhi fungsi otak besar. Semua informasi sensorik dari sebuah ciuman, seperti aroma dan kehangatan kulit pasangan, rasa dan nuansa lembut bibirnya, akan dikirimkan ke otak, akan menggembirakan saraf-saraf Anda, dan mendorong koneksi-koneksi baru di antara saraf-saraf tersebut.

4. Meletakkan foto pasangan di meja kerja
Pemetaan otak menunjukkan bahwa menatap foto orang tercinta, khususnya yang hubungannya masih baru berjalan, akan mengaktifkan bagian dari otak yang dikaitkan dengan kesenangan dan penghargaan, begitu pula perhatian dan motivasi. Anda bisa merasakan kondisi "high" hanya dengan memandangi foto kekasih baru Anda ini. Ketika Anda sedang berbunga-bunga, Anda mengaktifkan bagian otak yang juga berperan dalam kesenangan ini, mendorong Anda untuk mencari waktu dan merencanakan kegiatan bersama.

5. Anda menghabiskan waktu bersama
Menurut sebuah studi, tekanan darah rata-rata akan menjadi lebih rendah ketika seseorang menghabiskan waktu dengan pasangannya, daripada ketika ia sedang sendiri atau dengan orang lain. Meskipun Anda berdua tidak saling berbicara, hanya berduaan di ruangan yang sama sambil membaca, menonton TV, browsing internet, atau mengerjakan puzzle, kondisi tekanan darah normal ini juga terjaga.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau