Hasil tambang

PT Timah Meraup Laba Rp 802,4 Miliar

Kompas.com - 07/02/2011, 21:08 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — PT Timah (Persero) membukukan laba bersih Rp 802,44 miliar pada tahun 2010 atau naik lebih dari dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Hal ini dipicu oleh kenaikan harga timah di pasar dunia.

Demikian disampaikan Direktur Utama PT Timah, Wachid Usman, dalam paparannya pada rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI, Senin (7/2/2011), di Jakarta.

Menurut Wachid, pertumbuhan ekonomi secara umum membaik. Hal ini mendorong peningkatan konsumsi timah dunia 15 persen dibandingkan tahun 2009. Sementara produksi timah dunia menurun dibandingkan tahun 2009 akibat persoalan lingkungan di Afrika, antara lain Kongo. Stok logam timah di London Metal Exchange (LME) pada akhir 2010 pun turun signifikan.

Kondisi ini menyebabkan harga timah bergerak naik dari 16.000 per metrik ton hingga  27.600 per metrik ton, rata-rata sekitar 19.500 per metrik ton. Kenaikan harga timah di pasar dunia ini telah mendongkrak laba bersih perseroan itu hingga mencapai 256 persen dibanding tahun sebelumnya.  

 

PT Timah mencatatkan laba bersih belum diaudit tahun 2010 sebesar Rp 802,44 miliar. Angka ini jauh lebih besar dibanding laba bersih tahun 2009 yang sebesar Rp 313,75 miliar. Adapun omzet penjualan belum diaudit tahun 2010 sebesar Rp 8,29 triliun atau meningkat 108 persen dibanding tahun lalu yang sebesar Rp 7,7 triliun.  

 

Wachid menyebutkan, volume ekspor logam timah Indonesia tahun 2010 mencapai 80.189 ton, dan 40.302 ton di antaranya dari PT Timah. Dalam memproduksi timah, beberapa kendala yang dihadapi antara lain, tambang ilegal belum dapat ditertibkan, kerusakan lingkungan makin parah, terutama di kawasan hutan produksi, hutan lindung, dan hutan konservasi.  

 

"Kolektor yang memperdagangkan bijih timah tanpa landasan hukum masih terus beroperasi dan makin agresif ketika harga timah terus bergerak naik. Persaingan tidak sehat dengan adanya kolektor menyebabkan biaya operasi meningkat, terutama untuk pengamanan operasi produksi," tuturnya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau