JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah mengatakan, biaya pengobatan terhadap 20 orang yang menjadi korban luka-luka pada insiden bentrokan fisik di Cikeusik akan ditanggung pemerintah. Komitmen bantuan pembiayaan perawatan ini disampaikan Ratu Atut usai mengikuti rapat terbatas di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Jakarta, Senin (7/1/2011) malam.
"Kami dari pemda tentunya bersedia apabila terkait dibutuhkannya dukungan ataupun anggaran terhadap para korban. Yang jelas, rumah sakit telah merespons dengan baik," kata Ratu Atut kepada para wartawan.
Dikatakan Ratu Atut, saat ini sekitar 20 korban yang menderita luka berat telah dirawat di rumah sakit di berbagai rumah sakit di Serang, Cilegon, dan Jakarta. Namun, politisi Partai Golkar ini tak bisa merinci detail rumah-rumah sakit rujukan.
Terkait instruksi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada jajaran pemda dan Kepolisian untuk menginvestigasi kasus tersebut, Ratu Atut mengaku siap. Pemda Banten akan melakukan koordinasi dengan kelompok alim ulama, MUI, Forum Umat Islam, pihak kepolisian, dan tokoh masyarakat.
"Kami berharap insiden ini tak akan terjadi lagi di masa mendatang," kata Ratu Atut.
Seperti diberitakan, sekitar 1.000 warga Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, menyerang Jemaah Ahmadiyah di Desa Umbulan, Minggu (6/2/2011) sekitar pukul 10.30. Bentrokan dipicu kedatangan sejumlah warga Ahmadiyah dari luar daerah. Akibat peristiwa itu, tiga warga Ahmadiyah tewas.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang