Penyerangan di cikeusik

Pemda Tanggung Biaya Pengobatan Korban

Kompas.com - 07/02/2011, 21:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah mengatakan, biaya pengobatan terhadap 20 orang yang menjadi korban luka-luka pada insiden bentrokan fisik di Cikeusik akan ditanggung pemerintah. Komitmen bantuan pembiayaan perawatan ini disampaikan Ratu Atut usai mengikuti rapat terbatas di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Jakarta, Senin (7/1/2011) malam.

"Kami dari pemda tentunya bersedia apabila terkait dibutuhkannya dukungan ataupun anggaran terhadap para korban. Yang jelas, rumah sakit telah merespons dengan baik," kata Ratu Atut kepada para wartawan.

Dikatakan Ratu Atut, saat ini sekitar 20 korban yang menderita luka berat telah dirawat di rumah sakit di berbagai rumah sakit di Serang, Cilegon, dan Jakarta. Namun, politisi Partai Golkar ini tak bisa merinci detail rumah-rumah sakit rujukan.

Terkait instruksi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada jajaran pemda dan Kepolisian untuk menginvestigasi kasus tersebut, Ratu Atut mengaku siap. Pemda Banten akan melakukan koordinasi dengan kelompok alim ulama, MUI, Forum Umat Islam, pihak kepolisian, dan tokoh masyarakat.

"Kami berharap insiden ini tak akan terjadi lagi di masa mendatang," kata Ratu Atut.  

Seperti diberitakan, sekitar 1.000 warga Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, menyerang Jemaah Ahmadiyah di Desa Umbulan, Minggu (6/2/2011) sekitar pukul 10.30. Bentrokan dipicu kedatangan sejumlah warga Ahmadiyah dari luar daerah. Akibat peristiwa itu, tiga warga Ahmadiyah tewas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau