CIANJUR, KOMPAS.com — Pelaku pencurian kendaraan bermotor tewas dihajar puluhan orang saat tertangkap tangan hendak membawa kabur sepeda motor merek Honda Tiger nopol F 2728 WT di Jalan Arif Rahman Hakim, Cianjur, Jabar, Senin (7/2/2011).
Asep Supriatna (30), warga Kecamatan Sukaraja, Sukabumi, mengalami luka serius dibagian kepala, dada, perut, punggung, dan leher akibat pukulan benda tajam dan tumpul dari tangan massa yang geram.
Informasi yang dihimpun, sebelum melakukan aksinya, pelaku sempat mondar-mandir, mengamati sepeda motor yang tengah di parkir di depan Toko K-Link, milik pegawai toko tersebut.
Warga sekitar yang merasa curiga dengan gerak-gerik pelaku, sengaja mengintip dan pura-pura tidak tahu dengan niat jahat pelaku tersebut.
"Kecurigaan kami terbukti, ketika kami sengaja menguntit, pelaku mendekati motor yang telah diincar. Dia bertingkah layaknya pemilik motor," kata Edi.
Tanpa peduli meskipun warga sempat melihat aksinya, pelaku berusaha menyalakan sepeda motor dengan kunci leter T. Melihat aksi nekat pelaku, warga pun langsung meneriaki maling dan berusaha menangkapnya.
Pelaku sempat melarikan motor sejauh beberapa meter, hingga akhirnya berhasil ditangkap dan dihakimi massa, hingga tewas.
"Warga terpancing emosi, ketika berhasil ditangkap, pelaku sempat melakukan perlawanan dengan mengancam warga yang berhasil mengepungnya," katanya.
Kapolres CianjurAjun Komisaris Besar Djoko Hariutomo, melalui Kepala Unit Kendaraan Bermotor (Ranmor), Ipda Fandy Setiawan, membenarkan terjadinya aksi massa terhadap pelaku curanmor tersebut.
Selain mengamankan sepeda motor atas nama Nurman Hidayat (29), asal Kecamatan Cikole, Sukabumi, sebagai barang bukti, pihaknya juga berhasil mengamankan satu buah kunci leter T beserta enam anak kunci dari tangan pelaku.
"Pelaku adalah spesialis pencuri sepeda motor, melihat alat-alat yang dibawanya. Diduga pelaku tidak sendiri menjalankan aksinya," katanya.
Sebelum tewas, pelaku sempat diamankan dua orang anggota patroli Quick Respon, Polsek Cianjur kota, di mana saat kejadian tengah melintas. Saat diamankan petugas, pelaku masih dalam keadaan bernyawa.
"Namun saat tiba di RSUD Cianjur guna mendapatkan pertolongan medis, pelaku mengembuskan napas terakhirnya," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang