TEMANGGUNG, KOMPAS.com — Bus Tri Sakti jurusan Semarang-Yogyakarta terjun ke jurang sedalam 15 meter di Desa Pingit, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Senin (7/2/2011) malam.
Diperkirakan belasan korban tewas dan puluhan korban lainnya luka-luka. Data sementara, sebanyak 32 korban dirawat di beberapa rumah sakit, yakni RSUD Temanggung, RST Magelang, RSJ Magelang, dan RSUD Tidar, Magelang.
Proses evakuasi hingga berita ini diturunkan masih berlangsung. Puluhan korban masih terjepit dalam bus yang ringsek.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lokasi kejadian, kecelakaan bermula saat bus melaju kencang dari arah Semarang. Sampai di turunan dan tikungan di perbatasan Semarang-Temanggung, pengemudi bus berusaha mendahului kendaraan di depannya. Sementara itu, dari arah Yogyakarta datang truk bermuatan pasir. Bus sempat menyerempet truk tersebut.
Setelah menyerempet truk, bus oleng dan menabrak pembatas jalan di sisi sebelah kiri jalan. "Saya lihat bus oleng, lalu menabrak pohon perindang jalan dan jatuh ke jurang," kata seorang saksi mata, Sodikin (39).
Pohon mahoni yang ditabrak bus tumbang dan menindih badan bus hingga ringsek. Sedikitnya enam pohon tumbang dan sebagian menindih badan bus. Tiga pohon berukuran cukup besar menyulitkan proses evakuasi korban dari dalam bus.
Hingga pukul 22.00 WIB, tercatat sembilan korban dilarikan ke RSUD Tidar di Magelang, tujuh korban dilarikan ke RSUD Djojonegoro di Temanggung, 12 korban di RST Magelang, dan empat korban di RSJ Magelang.
"Ada 10 korban lebih tidak sadar, kemungkinan meninggal, tetapi tidak tahu persis karena langsung dibawa mobil ambulans," kata warga yang membantu evakuasi korban, Rohmadi.
Untuk mengevakuasi korban yang terjepit dalam bus, petugas kepolisian dibantu warga sekitar menggunakan gergaji mesin untuk memotong batang pohon yang menindih bus. Sementara itu, untuk menarik badan bus, petugas menggunakan empat mobil derek.
Pihak kepolisian belum dapat memberikan keterangan mengenai kecelakaan ini karena masih fokus mengevakuasi korban.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang