Bbm bersubsidi

Pertamax Naik, Konsumsi Premium Meningkat

Kompas.com - 08/02/2011, 14:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kenaikan harga pertamax ikut mendorong konsumsi BBM bersubsidi. Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi mengungkapkan, realisasi konsumsi BBM bersubsidi khususnya premium dan solar pada Januari 2011 mengalami kenaikan dibanding Januari 2010.

"Kenaikan itu terutama dikarenakan tingkat pertumbuhan kendaraan bermotor yang tinggi yakni enam persen dan juga kenaikan harga pertamax," kata Kepala BPH Migas Tubagus Haryono di Jakarta, Selasa (8/2/2011).

Tubagus mengatakan, realisasi konsumsi Januari 2011 yang belum diverifikasi mencapai 3.260.167 kiloliter dengan perincian premium 1.987.048 kiloliter, minyak tanah 162.967 kiloliter, dan solar 1.110.153 kiloliter.

Adapun realisasi konsumsi Januari 2010 tercatat premium 1.816.409 kiloliter, minyak tanah 239.299 kiloliter, dan solar 1.017.293 kiloliter dengan total 3.073.001 kiloliter.

Perbandingan konsumsi pada Januari 2011 dibanding Januari 2010 adalah premium naik 9,39 persen, minyak tanah turun 4,68 persen, dan solar naik 9,13 persen.

Adapun konsumsi bahan bakar minyak bersubsidi selama Januari 2011 mencapai 3,26 juta kiloliter, atau lebih rendah dibanding Desember 2010 yang mencapai 3,342 juta kiloliter. "Penurunan konsumsi itu dikarenakan pada Desember tahun lalu terjadi kenaikan permintaan akibat masa liburan dan hari besar keagamaan," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau