Kerusuhan temanggung

Kapolri: Massa dari Luar Temanggung

Kompas.com - 08/02/2011, 21:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Polri Jenderal Timur Pradopo mengatakan, massa yang melakukan kerusuhan di Temanggung, Jawa Tengah, Selasa (8/2/2011) siang, sebagian berasal dari luar Temanggung. Massa yang merusak tiga tempat ibadah dan membakar kendaraan milik kepolisian diperkirakan berasal dari kota-kota di wilayah Jawa Tengah.

"Dari informasi Kapolda (Kepala Polda Jawa Tengah Irjen Edward Aritonang) memang bukan hanya masyarakat Temanggung, tapi juga lingkungan Jawa Tengah," kata Kapolri di Mabes Polri, Selasa (8/2/2011) malam.

Kapolri mengatakan, satu orang yang ditangkap bukan warga Temanggung, namun berasal dari kota di sekitar Temanggung. Ketika ditanya apakah tersangka itu berasal dari ormas tertentu, Kapolri menjawab, "Kami belum mengurai sampai ke sana. Itu yang akan kami urai dan mudah-mudahan dalam waktu tidak lama akan kami ungkap tuntas," ujarnya

Seperti diberitakan, kerusuhan itu dipicu ketidakpuasan massa terhadap tuntutan untuk terdakwa Antonius Richmon B dalam perkara penistaan agama. Dia dituntut jaksa penuntut umum dengan hukuman penjara selama lima tahun.

Menurut Polri, Antonius tertangkap setelah menyebarkan selebaran yang menghina agama Islam dan Kristen ke rumah-rumah warga di Desa Kranggan, Temanggung. Sidang telah berlangsung selama tiga kali, yakni 20 Januari 2011, 27 Januari 2011, dan terakhir siang tadi.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau