Pemberantasan korupsi

KPK Seharusnya Fokus pada Pencegahan Korupsi

Kompas.com - 09/02/2011, 02:47 WIB

Jakarta, Kompas - Keberadaan Komisi Pemberantasan Korupsi dinilai tidak mampu mengurangi korupsi di Indonesia secara signifikan. Oleh karena itu, fokus lembaga itu sekarang seharusnya bergeser pada pencegahan korupsi.

”Masyarakat tidak percaya lagi kepada kejaksaan dan kepolisian sehingga dibentuklah KPK. Namun, yang terjadi sekarang, korupsi tidak berkurang secara signifikan,” kata Ketua Komisi III DPR Benny K Harman dalam diskusi Partai Demokrat di Jakarta, Senin (7/2).

Kegiatan tersebut terdiri atas tiga diskusi yang diadakan secara simultan. Selain diskusi yang membahas korupsi, diskusi yang lain membahas HAM serta keadilan. Dalam diskusi mengenai korupsi, pembicara antara lain pengamat politik J Kristiadi dan ahli hukum Romli Atmasasmita.

Menurut Benny, fokus pada upaya pencegahan korupsi kemungkinan besar dapat mengurangi korupsi dengan cukup signifikan. ”KPK harus fokus pada pencegahan korupsi. Awasi penggunaan APBN di kementerian-kementerian hingga tingkat pemerintahan di bawah,” tutur politikus Partai Demokrat itu.

Pengamat politik J Kristiadi mengatakan, korupsi politik sekarang terjadi sangat masif. Politik uang menjadi alat untuk perekrutan kader. Jabatan publik dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi dan kelompok.

Korupsi politik dapat dikurangi jika ada regulasi ketat mengenai keuangan partai politik. ”Peraturan yang ada sekarang memiliki sejumlah kelemahan. Misalnya, sumbangan dari nonanggota diatur maksimal Rp 1 miliar, tetapi tidak diatur jumlah maksimal sumbangan dari anggota parpol,” ujarnya.

Untuk menekan korupsi politik, Kristiadi menyerukan agar diterapkan transparansi keuangan parpol. ”Diperjelas siapa penyumbang dan berapa jumlahnya. Berapa pengeluaran parpol. Hal ini memang memerlukan usaha keras, tetapi merupakan jalan untuk menghapus korupsi politik di Indonesia,” tutur Kristiadi, yang meminta agar Partai Demokrat menjadi parpol pelopor antikorupsi. (ato)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau