Pembangkit Semangat Para Selebriti untuk Berolahraga

Kompas.com - 09/02/2011, 11:24 WIB

KOMPAS.com - Sama seperti manusia kebanyakan, para selebriti juga butuh dorongan untuk melawan godaan malas berolahraga. Sebagian butuh dorongan dari orang lain, sebagian datang dari dalam diri sendiri. Apa saja yang membuat mereka terus berusaha menjaga bentuk tubuh?

Natalie Portman
Untuk perannya di film Black Swan, Natalie Portman harus mulai kembali berlatih balet. Di masa kecil, Natalie memang sudah berlatih balet, sempat vakum 15 tahun, Natalie harus mengejar kembali ketinggalan itu. Dikutip dari People, Natalie Portman mengatakan bahwa latihan tari di Black Swan sangat keras. Setiap istirahat di antara pengambilan gambar, para aktor harus terus berlatih. "Supaya tetap hangat dan tidak kaku, setiap istirahat mereka memaksa kami untuk berlatih gerakan balet di tiang  khusus (barre). Jadi, sepanjang hari kami harus berlatih supaya tetap hangat dan bersiap menari supaya saya tidak cedera," jelas Portman. Hasilnya? Natalie mendapat nominasi Oscar untuk upaya kerasnya itu. Mungkin nominasi penghargaan sebagai aktris terbaik menjadi motivasi tersendiri baginya.

Susan Sarandon
Bagi sebagian orang, melakukan gerakan yang sama dan konstan akan membosankan, tak heran banyak yang menyerah dari rutinitas berolahraga. Susan Sarandon mengakalinya dengan melakukan olahraga yang menantang fisik serta kecepatan refleks tubuhnya, bermain tenis meja (ping pong). Menurutnya berlatih di atas treadmill bisa membosankan dan tidak menantang sel-sel otak.

Kim Cattrall
Di usia yang tak lagi terhitung muda, Kim Cattrall masih terlihat seksi. Aktris yang masih melajang ini memiliki motivasi utama supaya tidak malas berolahraga: dirinya sendiri. "Saya tidak melakukannya untuk pria mana pun, saya berolahraga untuk saya sendiri. Ini menyangkut mengurus diri sendiri. Di titik hidup saya yang sekarang, saya merasa cukup bahagia. Saya menyukai diri saya dan saya selalu berubah," jelas salah satu aktris yang bermain di serial Sex and the City ini.

Vanessa Hudgens
Sama seperti Susan Sarandon yang menginginkan kegiatan bebas bosan, Vanessa berusaha memasukkan unsur seru dalam kegiatan berolahraganya. Rahasia Vanessa adalah mencampurkan kelas yoga dengan kickboxing.

Annalynne McCord
Pemeran serial 90210 ini memang sudah pada dasarnya ramping alami. Tetapi sebagai bintang, tentu ia harus menjaga tubuhnya supaya tetap kencang meski kurus. Ia mencoba "membohongi" diri sendiri untuk berolahraga dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang tak terlihat seperti olahraga, seperti belly dancing. Katanya, ia butuh aktivitas yang tak membuatnya sadar itu adalah bentuk olahraga, karena ia tidak suka olahraga.

Gwyneth Paltrow

Sebagian orang butuh tantangan supaya bisa maju dan bergerak, seperti Gwyneth Paltrow. Awalnya, menurut Gwyneth, dalam perannya di Iron Man 2, tokohnya harus mengenakan pakaian tidur tipis yang memamerkan lekuk tubuh aduhai. "Saya panik begitu tahu. Saya langsung memaksa diri untuk melatih bentuk tubuh supaya terlihat bagus," ujar Gwyneth. Ternyata adegan itu terpaksa dipotong dan tidak tayang. Tetapi karena sudah kadung masuk dalam jadwal latihannya, dan hasil tubuhnya pun membuatnya puas, ia terus mempertahankan latihan itu.

Zoe Saldana
Dalam perannya di Avatar, tokoh yang diperankan Zoe menjadi nyata berkat gerak tubuhnya yang lincah. Gerak tubuh tokohnya akan bergerak mengikuti gerak tubuhnya. Gerakan-gerakan yang banyak melompat itu butuh kekuatan otot yang kuat. Yang membuat Zoe tetap bergerak? "Saya justru senang kalau pelatif koreografi saya berkata 'Saya kecewa dengan kamu'. Karena saya justru akan semakin termotivas," kata Zoe yang sudah 4 tahun berpartner dengan koreografer stunt Garret Warren. Memiliki pelatih yang sama bertahun-tahun menurut Zoe membuatnya yakin Warren sudah mengenal tubuh Zoe dan sejauh mana ia bisa membuat Zoe berlatih.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau