Pemberantasan mafia pajak

Tjatur: Sikap Kemenkeu Tak Lazim

Kompas.com - 09/02/2011, 11:35 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Tjatur Sapto Edy keberatan dengan alasan Kementerian Keuangan yang tidak mengijinkan mantan Dirjen Pajak dan Koordinator Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perpajakan untuk memenuhi undangan rapat Panja Pemberantasan Mafia Hukum dan Mafia Perpajakan Komisi III DPR RI, Rabu (9/2/2011).

Menurut politisi PAN ini, alasan yang diberikan Kemenkeu melalui surat yang ditandatangani Sekjen Kementerian Mulia P Nasution ini tak lazim. "Kan enggak lazim, orang dari luar menilai anggota DPR. Artinya dia lebih tahu dari kita di dalam. Tjiptardjo dan PPNS katanya tidak masalah, sudah standby. Masalahnya di Kemenkeu yang merasa lebih tahu internal DPR," katanya di Gedung DPR, Rabu pagi.

Dalam surat yang diterima sekretariat komisi sekitar pukul 08.46 ini tertulis 'bahwa sesuai Peraturan DPR RI No. 1/DPRRI/2009-2010 tentang Tatib dan kesepakatan antarkomisi DPR RI, mengingat mitra kerja Kemenkeu adalah Komisi XI DPR RI, mohon kiranya sebelum pemanggilan Saudara Moh. Tjiptardjo dan Koordinator PPNS Perpajakan terlebih dahulu pimpinan Komisi III DPR RI berkoordinasi dengan pimpinan Komisi XI DPR RI'.

"Padahal juga sudah ada disposisi pimpinan DPR Pak Anis Matta yang menjadi koordinator komisi ekonomi dan keuangan. Beliau oke dan ada tembusan juga ke Komisi XI. Ini biasa kita tempuh di waktu-waktu lalu. Ini mungkin ada yang lain. Kita enggak tahu," sindirnya.

Kepala Bagian Tata Usaha Sekretariat Komisi III Noviyanti Tondok mengatakan surat ke Kementerian sudah dikirimkan ke kementerian pada tanggal 7 Februari lalu. Tembusan juga ditujukan kepada pimpinan Komisi XI DPR RI. "Kita kan sudah kirim tanggal 7, seharusnya Komisi XI sudah tahu. Mereka juga sudah enggak ada masalah. Ini prosedur sudah seperti biasa. Kalau Kapolri, mitra kita diminta komisi lain juga sudah cukup tembusan. Kenapa Sekjend Kementerian jadi lebih tahu?" katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau