Jelang sea games 2011

Palembang Waspadai Wabah Flu Burung

Kompas.com - 09/02/2011, 16:23 WIB

PALEMBANG, Kompas.com - Menjelang pelaksanaan SEA Games XXVI 2011 pada November mendatang, pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan, meningkatkan kewaspadaan. Mereka membentuk tim terpadu untuk mengantisipasi pencegahan masuk wabah flu burung di kawasan dalam kota ini.

Tim terpadu tersebut disebar ke daerah yang menjadi sentra peternakan ayam, kata Kepala Dinas Perikanan, Peternakan dan Kehutanan setempat, Sudirman Tegoeh, di Palembang, Rabu (9/2/11).

Dia mengemukakan, selain membentuk tim terpadu tersebut, pihaknya juga gencar melakukan upaya pencegahan wabah flu burung di sentra peternakan ayam dengan melakukan penyemprotan serta selalu menganjurkan kepada pengusaha peternak agar selalu menjaga kebersihan kandang ayam.

Hal tersebut perlu dilakukan, kata dia, karena berdasarkan hasil tes sebelumnya ada sejumlah ayam milik warga di kawasan 30 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II yang kedapatan mati mendadak. Sejumlah ayam milik warga tersebut diduga terinfeksi virus flu burung, sehingga untuk mengantisipasi penyebaran virus itu, saat ini terus dilakukan pengawasan pasokan ayam dari luar Kota Palembang.

"Kami harus ketat melakukan pengawasan pasokan ayam dari luar Kota Palembang, sehingga kemungkinan masuk wabah tersebut sangat kecil sekali," ujarnya.

Dikhawatirkan, virus itu dapat masuk melalui pasokan ayam berasal dari luar. Menurut dia, pengawasan yang dilakukan melalui tim terpadu tersebut adalah pada beberapa sentra peternak ayam, seperti di kawasan Gandus, Sekojo, Seberang Ulu, dan Talang  Betutu di Palembang.

Namun demikian, lanjutnya, walaupun pihaknya telah berupaya melakukan pencegahan wabah flu burung masuk, diharapkan bagi pemilik ternak yang memasok ayam dari luar Palembang agar berkoordinasi dengan pihak Dinas Perikanan, Peternakan dan Kehutanan setempat. Apalagi dugaan sementara, virus flu burung tersebut, penularan berasal dari ayam yang didatangkan dari luar Palembang.

Namun, kebenaran dugaan sementara wabah flu burung berasal dari luar itu, masih akan diteliti lagi, sehingga virus ini bisa terhindarkan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau