Kejuruan

Politeknik Swasta Dirubah Jadi Negeri

Kompas.com - 09/02/2011, 18:26 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) mengubah status dua politeknik swasta di Sumatera menjadi politeknik negeri. Kedua politeknik tersebut adalah Politeknik Nusa Utara di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara, dan Politeknik Bengkalis di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.

Penyerahan aset kedua lembaga pendidikan tersebut dilakukan secara langsung oleh Bupati Bengkalis Herliyan Saleh dan Bupati Kepulauan Sangihe Winsulangi Salindeho kepada Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiknas Djoko Santoso di Jakarta, Rabu (9/2/2011). Aset yang diserahkan berupa tanah, bangunan, sarana dan prasarana, serta sumber daya manusia.

Menyaksikan penyerahan aset itu antara lain WKS Inspektur Jenderal Wukir Ragil, Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis Indra Gunawan, Ketua DPRD Kabupaten Sangihe Tonao Jangkobus, Direktur Kelembagaan dan Kerjasama Ditjen Dikti Kemdiknas Achmad Jazidie, Direktur Politeknik Bengkalis Muhammad Milchan, dan Direktur Politeknik Nusa Utara S.Berhimpon.

Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal yang menyaksikan penyerahan aset kedua politeknik tersebut mengatakan, pemerintah mengubah status kedua politeknik swasta itu untuk membuka akses lebih luas kepada masyarakat dalam mengenyam pendidikan tinggi.

"Untuk politeknik ini, keterampilan dan pengalaman di dunia industri itu paling penting. Mudah-mudahan, kalau itu kita lakukan tingkat pengangguran lulusan perguruan tinggi, apalagi politeknik, bisa kita tekan, dan mereka bisa lebih banyak bekerja mandiri," kata Fasli.

Sementara itu, Dirjen Dikti Djoko Santoso mengatakan, kedua politeknik swasta tersebut sebenarnya sudah dikelola secara baik dengan akuntabilitas yang tinggi. Atas perubahan tersebut, pemerintah daerah diminta untuk tetap mengalokasikan anggaran.

"Kami berharap kerja sama semakin erat untuk perkembangan area perbatasan kita. Area ini menjadi ruang depan dari rumah kita," kata Djoko.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau