Pertanian

Harga Gabah di Bawah HPP

Kompas.com - 09/02/2011, 20:32 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com — Harga gabah di sejumlah daerah di Provinsi Jawa Timur saat ini berada di bawah harga pembelian pemerintah (HPP). Kondisi semacam ini terjadi karena kadar air gabah mencapai lebih dari 14 persen.

Kepala Dinas Pertanian Jawa Timur Wibowo Ekoputro mengemukakan, kadar air yang tinggi itu terjadi karena curah hujan yang tinggi. "Di Madiun, saya menemukan gabah petani dibeli pedagang dengan harga Rp 2.400 per kilogram. Padahal HPP gabah kering panen Rp 2.640 per kg," kata Wibowo, Rabu (9/2/2011) di Surabaya.

Menurut Eko, bulan Februari merupakan puncak musim panen di Jawa Timur. Oleh karena itu, harga gabah bisa terus turun jika tidak ada antisipasi.

Melihat kondisi tersebut, Eko berharap Bulog segera menyerap hasil panen petani. Jika memang tujuannya menyelamatkan petani, kata Eko, Bulog mestinya tetap membeli gabah petani meskipun kadar airnya tinggi.

Tahun 2010, pembelian beras Bulog Divisi Regional Jawa Timur turun dari 1,2 juta ton pada tahun 2009 menjadi 700.000 ton. Hal itu terjadi karena pada panen raya awal tahun, Bulog kurang menyerap panen petani akibat kadar air gabah yang tinggi. Sedangkan pada panen akhir tahun, Bulog tidak mampu menyerap panen petani karena harganya yang melebihi HPP.

 

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau