Penipuan CPNS Diduga Lintas Daerah

Kompas.com - 09/02/2011, 22:39 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus penipuan dan pemalsuan Surat Keputusan tentang pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil dengan tersangka Dimyatin (42) diduga merupakan sindikat lintas daerah. Modusnya, calon korban disisir di daerah dengan iming-iming masuk CPNS di beberapa kementerian.

"Saat itu ia menjanjikan ada 20 lembar SK pengangkatan palsu di Kemenhub yang sudah ditandatangani Sekjen, tapi belum diparaf menteri. Mungkin, ini modus dia untuk mengeruk uang," kata Kepala Unit Vice Control Satuan Kejahatan dan Kekerasan Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Audi Latuheru, Rabu (9/2/2011) petang di Jakarta.

Dari keterangan tersangka Dimyatin, setiap orang diminta uang berkisar antara Rp 40 juta dan 80 juta. Korban umumnya menunggu pengangkatan CPNS hingga setahun.

Tercatat, 500 warga tertipu yang sebagian besar berasal dari Jawa Timur, Jawa Barat dan Jabodetabek. Audi menduga, Dimyatin punya anak buah di sejumlah kota. Sindikasi itu terlihat jelas dengan melihat korban-korbannya yang sangat tersebar.

Kepada masyarakat, kepolisian mengimbau tidak cepat percaya dengan janji-janji akan bisa menjadi CPNS melalui calo. Bagi mereka yang menjadi korban penipuan Dimyatin, diminta segera melapor ke kantor polisi terdekat.

Berdasarkan laporan warga, Dimyatin ditangkap jajaran Polda Metro Jaya bekerjasama dengan Polres Jakarta Timur beberapa waktu lalu di rumahnya di kawasan Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat. Dia terancam dengan pasal 263 dan 378 KUHP mengenai penipuan dan pemalsuan dengan ancaman 10 tahun penjara.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau