KOMPAS.com – Berkaca pada pertumbuhan ekonomi yang meningkat membawa angin segar bagi pertumbuhan industri properti di tahun 2011. Gairah para pengembang untuk menambah mega proyeknya menjadi bangunan terintegrasi bernama superblok mulai bermunculan, sebut saja superblok Kuningan City dan Ciputra World di kawasan Satrio, Jakarta Selatan dan superblok Podomoro City di Jakarta Barat.
Kompetisi yang terjadi antarpengembang malahan dipandang sebagai upaya untuk mempercantik kota Jakarta. “Kalau ada yang akan ikut membangun superblok, kami rasa itu baik. Karena Jakarta menjadi makin bagus, makin cantik tak kalah dengan kota-kota besar di dunia,” kata Setiady, Executive Central Park saat ditemui Kompas.com pada pekan lalu.
Dengan pembangunan superblok yang merupakan sinergi bangunan mal, hotel, residensial, dan perkantoran di Jakarta akan membuat nilainya makin kompetitif, baik dari segi perekonomian maupun prestise-nya.
“Pembangunan ini bisa menjadi magnet buat masyarakat agar tak perlu jauh-jauh belanja sampai ke luar negeri. Karena semua yang dijual di luar negeri, sekarang ada di mal-mal Jakarta,” paparnya.
Jakarta perlu bersolek, begitu kata Veri. Bersolek dalam artian menata kotanya menjadi kota metropolitan yang patut dibanggakan. Serta memiliki satu bangunan yang menjadi ciri khasnya, seperti gedung 101 yang menjadi kebanggan di Taipei, gedung Burj Al Arab di Dubai dan gedung kembar Petronas di Malaysia.
“Kalau dari grup, kami memang ada keinginan membangun gedung yang ikonik di Jakarta, agar simbolnya tak hanya Monumen Nasional. Saat ini, kami tengah melakukan studi apakah ada permintaan ruang sebanyak itu. Namun, sudah saatnya Jakarta sebagai satu kota besar di dunia memiliki ikon bangunan yang bisa menjadi kebanggaan negara,” ujarnya. (Natalia Ririh)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang