KOMPAS.com — Petenis cantik Slowakia, Daniela Hantuchova, mengawali musim 2011 dengan hasil tak memuaskan. Di turnamen Brisbane, ia mundur lantaran cedera. Di Australia Terbuka, ia tersingkir di putaran pertama. Kesal, "Si Hantu Cantik" ini pun coba memanjakan diri dengan mencari pembuat tato terbaik.
Kesempatan berlaga di Pattaya Open, Thailand, pada pekan ini jadi momentum terbaik menyalurkan hasratnya. Hantuchova ingin merajah tubuh bukan hanya untuk keindahan, melainkan sekaligus juga membuang sial.
"Negeri Gajah Putih" memang terkenal memiliki berbagai tempat merajah tubuh yang unik dan berkualitas. Sementara itu, Hantuchova seperti diingatkan untuk merajah tubuhnya saat ditanya dalam sebuah wawancara di Telegraph beberapa waktu lalu. "Saya memang tertarik untuk ditato, tapi belum kesampaian," ujarnya memberi alasan.
Dengan penuh semangat, ia lantas menyampaikan keinginannya. "Saya ingin membuat tato yang punya makna spesial, mungkin berupa tulisan dalam huruf China atau mungkin juga lumba-lumba!" ujarnya.
Kenapa lumba-lumba? Petenis kelahiran Poprad, Slowakia, 23 April 1983, ini punya alasan sederhana. Sedari kecil ia senang dengan hewan laut tersebut. Bahkan, boneka kesayangannya adalah lumba-lumba.
"Lumba-lumba tak hanya jadi hewan favoritku, tetapi juga seluruh keluargaku. Lucu, menghibur, dan suka menolong orang," katanya.
Hantuchova tak khawatir tato itu bakal memberikan efek buruk pada penampilannya, tak hanya di lapangan, tetapi juga di atas catwalk. Maklum, petenis peringkat ke-31 dunia ini juga dikenal sebagai model.
"Tentunya tak akan berpengaruh karena aku akan memasang tato pada bagian yang tak akan pernah kalian lihat," kata petenis berusia 27 tahun ini sambil melemparkan senyum.
Disinggung soal resep kecantikannya, petenis yang bersama Ana Ivanovic meng-endorse adidas ini menuturkan, teratur minum air putih adalah kebiasaan rutin yang tak pernah ditinggalkan.
"Saya harus memastikan setiap hari minum air putih lebih dari cukup. Itu sangat penting untuk kulit, terlebih saya biasa bepergian jauh dan kerap terkena sengatan matahari," katanya.
Ditambahkan, ia pun selalu berusaha tidur tepat waktu. "Tidur tak hanya bagus untuk tubuh, tapi juga pikiran. Saya selalu membayangkan saat tidur terjadi proses pergantian sel dalam tubuh kita," ujarnya.
Terakhir, kata si cantik yang jadi model video games bersama Maria Sharapova, Serena Williams, dan Ana Ivanovic, ia rutin melakukan yoga.
"Yang terpenting adalah selalu berpikiran positif, bersyukur, merasa bahagia. Jika semua itu menjadi sikap hidup, maka kamu tak perlu lagi menggunakan berbagai kosmetik untuk terlihat cantik," katanya.
Ingin buka restoran
Hantuchova pernah menyandang julukan menyedihkan, yaitu "The Slovakian Skeleton", yang artinya lebih kurang 'Si Kurus Kering dari Slowakia'. Ia pun pernah diisukan menderita penyakit psikologis anoreksia, kebiasaan memuntahkan kembali makanan lantaran terobsesi ingin ramping.
Semua gosip itu ditanggapi dengan dingin oleh petenis yang menguasai lima bahasa ini. Ia tetap asyik melakoni hobi yang justru bertolak belakang dengan anggapan anoreksia tadi: memasak. Bahkan, Hantuchova punya cita-cita, seusai gantung raket nanti, ia ingin membuka usaha restoran.
"Saya suka sekali memasak. Sangat-sangat suka. Menyenangkan sekali jika melakukannya bersama teman dan keluarga. Saat memasak, saya lupa dengan segalanya. Dan, karena saya bepergian sejak kecil, sangat istimewa rasanya tinggal di rumah, dan memasak menu makanan rumahan," katanya. (Tribunnews/den)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang