Ada Tato Lumba-lumba di Tubuh "Hantu"

Kompas.com - 10/02/2011, 21:51 WIB

KOMPAS.com — Petenis cantik Slowakia, Daniela Hantuchova, mengawali musim 2011 dengan hasil tak memuaskan. Di turnamen Brisbane, ia mundur lantaran cedera. Di Australia Terbuka, ia tersingkir di putaran pertama. Kesal, "Si Hantu Cantik" ini pun coba memanjakan diri dengan mencari pembuat tato terbaik.

Kesempatan berlaga di Pattaya Open, Thailand, pada pekan ini jadi momentum terbaik menyalurkan hasratnya. Hantuchova ingin merajah tubuh bukan hanya untuk keindahan, melainkan sekaligus juga membuang sial.

"Negeri Gajah Putih" memang terkenal memiliki berbagai tempat merajah tubuh yang unik dan berkualitas. Sementara itu, Hantuchova seperti diingatkan untuk merajah tubuhnya saat ditanya dalam sebuah wawancara di Telegraph beberapa waktu lalu. "Saya memang tertarik untuk ditato, tapi belum kesampaian," ujarnya memberi alasan.

Dengan penuh semangat, ia lantas menyampaikan keinginannya. "Saya ingin membuat tato yang punya makna spesial, mungkin berupa tulisan dalam huruf China atau mungkin juga lumba-lumba!" ujarnya.

Kenapa lumba-lumba? Petenis kelahiran Poprad, Slowakia, 23 April 1983, ini punya alasan sederhana. Sedari kecil ia senang dengan hewan laut tersebut. Bahkan, boneka kesayangannya adalah lumba-lumba.

"Lumba-lumba tak hanya jadi hewan favoritku, tetapi juga seluruh keluargaku. Lucu, menghibur, dan suka menolong orang," katanya.

Hantuchova tak khawatir tato itu bakal memberikan efek buruk pada penampilannya, tak hanya di lapangan, tetapi juga di atas catwalk. Maklum, petenis peringkat ke-31 dunia ini juga dikenal sebagai model.

"Tentunya tak akan berpengaruh karena aku akan memasang tato pada bagian yang tak akan pernah kalian lihat," kata petenis berusia 27 tahun ini sambil melemparkan senyum.

Disinggung soal resep kecantikannya, petenis yang bersama Ana Ivanovic meng-endorse adidas ini menuturkan, teratur minum air putih adalah kebiasaan rutin yang tak pernah ditinggalkan.

"Saya harus memastikan setiap hari minum air putih lebih dari cukup. Itu sangat penting untuk kulit, terlebih saya biasa bepergian jauh dan kerap terkena sengatan matahari," katanya.

Ditambahkan, ia pun selalu berusaha tidur tepat waktu. "Tidur tak hanya bagus untuk tubuh, tapi juga pikiran. Saya selalu membayangkan saat tidur terjadi proses pergantian sel dalam tubuh kita," ujarnya.

Terakhir, kata si cantik yang jadi model video games bersama Maria Sharapova, Serena Williams, dan Ana Ivanovic, ia rutin melakukan yoga.

"Yang terpenting adalah selalu berpikiran positif, bersyukur, merasa bahagia. Jika semua itu menjadi sikap hidup, maka kamu tak perlu lagi menggunakan berbagai kosmetik untuk terlihat cantik," katanya.

Ingin buka restoran

Hantuchova pernah menyandang julukan menyedihkan, yaitu "The Slovakian Skeleton", yang artinya lebih kurang 'Si Kurus Kering dari Slowakia'. Ia pun pernah diisukan menderita penyakit psikologis anoreksia, kebiasaan memuntahkan kembali makanan lantaran terobsesi ingin ramping.

Semua gosip itu ditanggapi dengan dingin oleh petenis yang menguasai lima bahasa ini. Ia tetap asyik melakoni hobi yang justru bertolak belakang dengan anggapan anoreksia tadi: memasak. Bahkan, Hantuchova punya cita-cita, seusai gantung raket nanti, ia ingin membuka usaha restoran.

"Saya suka sekali memasak. Sangat-sangat suka. Menyenangkan sekali jika melakukannya bersama teman dan keluarga. Saat memasak, saya lupa dengan segalanya. Dan, karena saya bepergian sejak kecil, sangat istimewa rasanya tinggal di rumah, dan memasak menu makanan rumahan," katanya. (Tribunnews/den)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau