Tata niaga

Batalkan Impor Gula

Kompas.com - 11/02/2011, 03:30 WIB

Jakarta, Kompas - Kalangan petani tebu dan produsen gula kristal putih mendesak pemerintah membatalkan realisasi impor GKP 450.000 ton dan memangkas alokasi impor gula mentah untuk bahan baku gula kristal rafinasi 2011 sebanyak 1,1 juta ton. Ketersediaan gula nasional saat ini melimpah.

Ketua Asosiasi Gula Indonesia (AGI) Faruk Bakrie, Kamis (10/2) di Jakarta, menegaskan, tidak perlu lagi ada perdebatan soal neraca gula nasional 2011. ”Kami sudah mengevaluasi dan menghitung neraca gula 2011 apa adanya,” kata Faruk.

Evaluasi AGI pada 9 Februari menunjukkan, ketersediaan gula kristal putih (GKP) 2011 sebanyak 3,64 juta ton. Hal itu diperoleh dari stok awal tahun 876.102 ton, perkiraan produksi GKP termasuk sisa tebangan 2010 sebanyak 2,62 juta ton, impor GKP 50.000 ton, dan kapasitas tidak terpakai pabrik gula 93.492 ton. Konsumsi gula GKP 2,4 juta ton, baik konsumsi langsung rumah tangga maupun warung-warung dan pedagang makanan.

Ketersediaan gula kristal rafinasi (GKR) 2011 sebanyak 2,85 juta ton. Hal itu terdiri atas stok awal 417.964 ton, produksi industri GKR 2,28 juta ton, dan impor 158.000 ton. Konsumsi GKR 2,26 juta ton yang terdiri atas 1,65 juta ton untuk industri besar dan menengah serta 328.650 ton industri kecil. Kebutuhan gula industri kecil juga dipasok dari GKP.

Belum lagi pada minggu ketiga Februari PT Perkebunan Nusantara II mulai menggiling tebu. Pada pertengahan April Sugar Group juga mulai produksi, dan pada Mei semua pabrik gula di Jawa serentak berproduksi. ”Jangan sampai mengulang kesalahan 2008. Karena pemerintah mengandalkan data Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian, terjadi banjir gula rafinasi di pasar,” tutur Faruk.

Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia Soemitro Samadikoen menegaskan, ketersediaan gula di atas belum memperhitungkan penyelundupan gula dari perbatasan. (MAS)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau