PSSI Klaim Arifin Didukung Satu Suara

Kompas.com - 11/02/2011, 05:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — PSSI mengklaim Arifin Panigoro hanya mendapatkan satu suara sebagai bakal calon ketua umum PSSI pada periode 2011-2015. Dengan begitu, otoritas sepak bola tertinggi di Indonesia itu belum mengakui empat suara lainnya yang diduga raib.

Seperti yang dilansir dari situs resmi PSSI, Arifin yang merupakan penggagas Liga Primer Indonesia (LPI) itu menjadi bakal calon ketua umum (balon ketum) setelah PSSI melakukan penelitian ulang dari berkas-berkas dukungan pencalonan Excutive Committee (Exco) PSSI yang diberikan oleh pemilik hak suara kepada Kongres Luar Biasa PSSI di Bintan, Kepulauan Riau, pada 19 Maret mendatang. Dari penelitian ulang yang dilakukan tersebut, PSSI menyebut bahwa Arifin memperoleh dukungan satu suara dari Pengurus Provinsi PSSI Nusa Tenggara Barat (Pengprov PSSI NTB).

Pengprov PSSI NTB juga mencantumkan nama George Toisutta untuk posisi wakil ketum dan IGK Manila untuk posisi anggota Exco. Hal itu mengundang kejanggalan. Pasalnya, empat suara lainnya, yakni Pengprov PSSI Jambi, klub PS Bungo (Divisi I), Persisum Sumbawa (Divisi II), dan PS KSB Sumbawa Barat (Divisi I), masing-masing mendukung Arifin sebagai balon ketum.

Padahal, menurut pengakuan Wakil Sekretaris Pengprov PSSI II Muhammad Sabron, setelah menemui tim verifikasi di kantor PSSI, Kamis (10/2/2011), Persisum Sumbawa dan PS KSB mendukung Arifin sebagai balon ketum. Hal senada diungkapkan Sekretaris Pengprov PSSI Jambi, Adri Andra.

Andri mengungkapkan, Pengprov Jambi dan PS Bungo satu suara mencalonkan Arifin sebagai balon ketum PSSI. Dalam bukti tanda terima yang ditunjukkan Adri, formulir telah diterima oleh PSSI pada 31 Januari lalu.

"Posisi kami, Pengprov Jambi, di kongres memiliki satu suara dan PS Bungo satu suara. Hasil musyawarah dalam orientasi kami terhadap kemajuan sepak bola. Kami menyimpulkan harus ada perubahan di kepengurusan dan kegiatannya. Hasilnya, kami mencalonkan Arifin Panigoro," beber Adri kepada wartawan, Rabu (9/2/2011).

Sementara itu, mengenai tidak adanya nama Arifin dalam balon ketum yang diumumkan Minggu (6/2/2011) lalu, Sekjen PSSI Nugraha Besoes berkilah, hal itu terjadi karena adanya kesalahan input atau penempatan nama balon tersebut.

"Sejak awal seharusnya nama Arifin Panigoro di-input atau dimasukkan ke dalam kolom balon ketum, bukan wakil ketum," ujar Nugraha.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau