Asam Folat Tak Cegah Kelahiran Prematur

Kompas.com - 11/02/2011, 08:33 WIB

KOMPAS.com — Berbeda dengan hasil riset sebelumnya, sebuah penelitian berskala besar menunjukkan bahwa konsumsi asam folat selama kehamilan tidak efektif mencegah kelahiran prematur.

Perempuan yang sedang merencanakan kehamilan disarankan untuk banyak mengonsumsi asam folat karena pada masa kehamilan terjadi pertumbuhan sel-sel baru dan perawatannya.

Asam folat tergolong vitamin B yang larut dalam air. Kekurangan asam folat pada wanita usia subur bisa menyebabkan bayi lahir dengan cacat pembuluh saraf dan sumsum tulang belakang.

Sebuah penelitian yang melibatkan sekitar 73.000 perempuan di Norwegia menemukan, konsumsi asam folat selama kehamilan ternyata tidak mengurangi jumlah kelahiran prematur seperti yang selama ini dipercayai. Berdasarkan riset yang dilakukan tahun 1996 hingga 2006 terhadap responden yang mengonsumsi asam folat, ternyata ditemukan 955 kasus kelahiran prematur secara spontan.

"Dari data penelitian ini terungkap asam folat kurang efektif mencegah kelahiran prematur secara spontan. Akan tetapi, asam folat berpengaruh pada kehamilan selanjutnya," kata Ketua Peneliti Dr Verena Sengpiel dari departemen obstetri dan ginekologi Sahlgrenska University Hospital, Swedia.

Hasil riset tersebut kontras dengan penelitian di Amerika Serikat (AS) tahun 2008 yang menyebutkan konsumsi asam folat setahun sebelum kehamilan akan menurunkan risiko kelahiran prematur hingga 70 persen.

Beberapa pakar mengatakan, perbedaan hasil penelitian itu disebabkan beberapa faktor, yakni perbedaan populasi responden, di mana faktor genetik berpengaruh. Faktor kedua, desain studi yang berbeda. Pada penelitian di AS, wanita yang menjadi responden  mengonsumsi asam folat setahun sebelum terjadinya pembuahan.

Di luar perdebatan mengenai efek folat pada pencegahan kelahiran prematur, para ahli masih merekomendasikan konsumsi vitamin ini sebelum dan selama kehamilan untuk mencegah cacat pembuluh saraf atau otak. Para wanita tetap disarankan mengonsumsi asam folat sebanyak 400 mikogram setiap hari ketika merencanakan kehamilan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau