Sinarmas Land Sasar Hunian di Kota Satelit

Kompas.com - 11/02/2011, 11:39 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengembang Sinarmas Land yang merupakan grup dari Sinarmas mengaku masih tertarik bermain dalam subsektor residensial. Mengingat kebutuhan akan rumah yang cukup tinggi, Sinarmas Land membangun kawasan hunian dengan membidik kota-kota satelit.

"Kami melihat kebutuhan akan perumahan masih tinggi. Sinarmas Land melihat bisnis perumahan dianggap sebagai investasi tanpa resiko karena harga yang selalu meningkat," kata Ishak Chandra, Corporate Strategic Director Sinarmas Land yang ditemui di acara pameran BTN Property Expo 2011, Jumat (11/2/2011).

Menurut Ishak, untuk memenuhi kebutuhan akan permahan tersebut pihaknya membidik kawasan di kota-kota satelit. Pilihan lokasi hunian di kota satelit dipilih lantaran kota-kota ini ada sebagai kota penyangga ibukota.

"Selain BSD City di Tangerang, kami masih  memiliki satu kota satelit juga di Tangerang yaitu Delta Mas. Lalu ada pula Banjar Wijaya Serpong, Telaga Golf Sawangan, Grand Wisata, Kota Wisata Cibubur, Legenda Wisata Cibubur, dan Taman Permata Buana," ujarnya.

Ishak mengatakan harga rumah-rumah yang ditawarkan Sinarmas Land berpadu dengan lokasi perumahan, kualitas bangunan, tingkat kenyamanan hunian, keamanan, infrastruktur, dan kelengkapan fasilitas. "Produk residensial kami berkisar dari harga mulai Rp 100 Juta sampai dengan Rp 2 miliar," ujar Ishak. (Natalia Ririh)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau