JAKARTA, KOMPAS.com — Laju indeks yang kian melemah hingga penutupan perdagangan sesi pertama hari ini tak membuat Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Ito Warsito khawatir. "Ini tidak ada kaitannya dengan fundamental perekonomian dalam negeri," kata Ito, Jumat (11/2/2011).
Menurut Ito, pemicu memerahnya indeks harga saham gabungan (IHSG) adalah rekomendasi sejumlah analis asing yang menyarankan investor global menghindari Indonesia. Aksi profit taking pun dilakukan investor asing di Bursa Efek Indonesia (BEI). Aksi tersebut diikuti investor lokal. "Padahal, investor domestik tidak perlu panik. Ini justru masa untuk membeli bagi investor domestik. Jangan biarkan asing yang membeli. Nanti kalau harganya tinggi, jual ke asing," ujar Ito.
Ito melanjutkan, investor asing hengkang dengan alasan mencari pasar yang punya hubungan besar dengan Amerika Serikat (AS). Apalagi, perekonomian AS mulai membaik. Salah satu pasar yang dibidik para investor asing adalah Meksiko.
"PER Indonesia relatif lebih tinggi dibandingkan dengan negara lain. Namun, prospek pertumbuhan laba emiten dan pertumbuhan ekonomi kita lebih tinggi daripada negara lain," ucap Ito. (Astri Karina Bangun/Kontan)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang