Intelijen

Wah, Biaya Intel di Polres Rp 100.000!

Kompas.com - 12/02/2011, 12:17 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sosiolog Universitas Indonesia, Tamrin Amal Tamagola, mengatakan, pencopotan Kepala Polda Banten Brigadir Jenderal (Pol) Agus Kusnadi, Direktur Intelkam Polda Banten Komisaris Besar Adityawarman, Kepala Polres Pandeglang Ajun Komisaris Besar Fauzy Rasyad, dan Kepala Polres Temanggung Ajun Komisaris Besar Anthony Agustinus Koylal, tak cukup untuk mencegah insiden seperti di Cikeusik danTemanggung pada masa mendatang.

Kepolisian Negara RI (Polri), menurut Tamrin, harus memberikan perhatian terhadap anggaran di bidang intelijen. Hal yang sama dikatakan Wakil Ketua Komisi III DPR Tjatur Sapto Edi.

"Setiap polres hanya mendapat anggaran di bidang intelijen Rp 40 juta per tahun. Ini digunakan untuk biaya patroli, pemantauan, dan lainnya," ujar Tjatur pada diskusi Polemik di Jakarta, Sabtu (12/2/2011).

Apabila dihitung, anggaran operasional intelijen setiap kepolisian resor (polres) hanya mencapai Rp 3 juta per bulan atau setara Rp 100.000 per hari.

"Secara total, anggaran Polri di bidang intelijen Rp 80 miliar per tahun, sedangkan anggaran untuk bareskrim mencapai Rp 600 miliar. Anggaran intelijen sangat kecil dibandingkan dengan anggaran Polri secara keseluruhan, yaitu Rp 30,5 triliun," kata Tjatur.

Politisi PAN itu mengatakan, selama ini ada pola pikir bahwa polisi dipandang berprestasi jika berhasil menangkap sekian banyak pelaku kejahatan.

"Sementara, memastikan suatu wilayah aman dan tindakan preventif dan preemptif lainnya dianggap biasa saja. Inilah pangkal masalahnya," kata Tjatur.

Sementara itu, Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane dan pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar mengatakan, Polri harus melakukan kerja sama di bidang intelijen bersama lembaga negara lainnya yang memiliki intelijen, seperti Badan Intelijen Negara, Kejaksaan, dan TNI.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau