Pariwisata

Akses ke Nias Kini Makin Mudah

Kompas.com - 12/02/2011, 13:50 WIB

NIAS, KOMPAS.com - “Sekarang akses ke Nias mudah, Bro!” Begitu ungkapan seorang teman, yang juga orang Nias, saat bertemu Nias-Bangkit.com di acara Natal orang Nias se-Jabodetabek yang dilaksanakan baru-baru ini di Jakarta. Ya, berkunjung ke Pulau Nias saat ini sangatlah mudah. Lima puluh menit saja dari Bandara Polonia, Medan, Anda sudah sampai ke Nias. Demikian juga sebaliknya, dari Nias menuju Medan hanya membutuhkan 50 menit. Kini ada 6 kali penerbangan ke Nias dari Bandar Udara Polonia. Dan, dari Nias ke Polonia ada 5 penerbangan.

Kesan terisolasi yang masih membayangi Nias sebaiknya segera dibuang jauh dari pikiran siapa pun yang ingin berpelesir ke pulau indah itu. Seperti diketahui, perjalanan darat yang dulu menjadi pilihan satu-satunya untuk menggapai Nias kini sudah mulai ditinggal orang. Seperti diketahui, dari Medan menuju Nias lewat darat akan memakan waktu sekitar 22 jam dengan rincian,  jarak Medan-Sibolga harus ditempuh sekitar 12 jam; Sibolga menuju Gunungsitoli lewat kapal menghabiskan waktu 8-10 jam. Bisa dibayangkan, dulu 22 jam kini dipersingkat menjadi 50 menit saja.

Agaknya pembentukan daerah otonomi baru di Pulau Nias mendorong peningkatan permintaan atas moda transportasi udara ke dan dari Pulau Nias. Seperti diketahui, Pulau Nias kini terdiri atas empat kabupaten dan satu kota, yakni Kabupaten Nias Utara, Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Utara, Kabupaten Nias Selatan, dan Kota Gunungsitoli.

Dengan berkembangnya jumlah pemerintahan daerah otonomi tersebut, maka lalu lintas masyarakat yang pergi dan pulang ke Nias menjadi bertambah banyak. Ditambah lagi, sejak terjadinya gempa besar melanda kepulauan Nias pada 28 Maret 2005. Kehadiran Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi (BRR) Nias dan sejumlah lembaga bantuan kemanusiaan, baik dari dalam maupun luar negeri akibat gempa itu, mendorong permintaan atas layanan transportasi udara Nias-Medan dan Medan-Nias menjadi tinggi. Berbagai maskapai penerbangan pun tidak menyia-nyiakan peluang itu.

Setidaknya ada dua maskapai penerbangan yang rutin melayani penerbangan Nias-Polonia dan Polonia-Nias, yakni Merpati dan Wings Air. Wings Air, anak perusahaan Lion Air, menyediakan pesawat buatan  Avions de Transport Regional (ATR), perusahaan gabungan Italia-Perancis, dengan kapasitas 72 tempat duduk. Sementara Merpati dengan pesawat Xian MA 60 buatan Xian Aircraft Industral China berkapasitas 60 tempat duduk. Sebelumnya maskapai penerbangan SMAC (Sabang Merauke Air Charter) pernah menerbangi jalur Medan-Nias ini, tetapi kini dengan alasan tertentu sudah tidak lagi.

Jadwal

Informasi yang diperoleh dari Sion Putri Y. Zebua, pegawai Bernando Travel yang berkantor di Jalan Diponegoro 196, Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, dari Bandara Binaka, diketahui bahwa Wings Air melayani penumpang dengan tiga kali penerbangan, yakni pukul 07.00, 08.20, dan 15.30. Adapun Merpati setiap hari dari Binaka ke Polonia melayani  dua kali penerbangan, yakni pukul 08.30 pada pagi hari dan pukul 14.45 pada siang hari. Dengan begitu, dalam sehari ada lima penerbangan dari Bandara Binaka menuju Bandara Polonia Medan.

Sementara dari Bandara Polonia, Medan, jadwal pesawat Wings Air yang terbang ke Nias adalah pukul 05.30; 07.00; 14.15;  dan 15.45. Pesawat Wings Air terakhir ini akan “menginap” di Bandara Binaka dan pesawat itulah yang akan terbang pada pukul 07.00 pada keesokan harinya. Demikian juga Merpati, dari Polonia, Medan, pada pagi hari berangkat pukul 06.55 dan 13.10.

Harga Tiket

Berkunjung ke Nias dengan menggunakan Wings Air dan Merpati tidaklah terlalu mahal. Menurut Sion, harga tiket Wings Air bervariasi mulai dari Rp 385.000 (paling murah) hingga Rp 737.000 (paling mahal). Adapun harga tiket Merpati adalah mulai dari Rp 302.000 (paling murah) hingga Rp 781.000 (paling mahal).

Perbedaan harga tiket ini adalah suatu kebijakan maskapai agar tidak mengalami kerugian. “Biasanya, dalam satu penerbangan disediakan beberapa tiket dengan harga promosi. Makanya, ketika tiket khusus tersebut habis, penumpang mengira harga tiketnya dinaikkan. Padahal, sebenarnya tidak. Setidaknya ada sekitar 9 skala disparitas harga tiket tersebut. Hal ini ditempuh oleh maskapai penerbangan agar tidak mengalami kerugian,” ujar seorang pegawai travel kepada NBC di Bandara Polonia beberapa waktu lalu.

Yang menarik lagi, calon pengunjung dari mana saja bisa membeli tiket terusan menuju Nias. Di setiap gerai penjualan tiket Lion Air melayani pembeli tiket terusan yang menuju Nias. Misalnya, dari Jakarta, seseorang yang mau ke Nias bisa langsung membeli tiket ke Nias, meskipun tetap akan transit ke Polonia lebih dahulu.

So, tunggu apa lagi. Bila tempat pariwisata lain sudah pernah dikunjungi, Nias saatnya terbuka lebar untuk Anda jejaki. Orang Nias akan menunggu kedatangan Anda dengan sapaan khasnya, Ya’ahowu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau