Mubarak turun

Oposisi Lihat Peluang, AS Pun Gamang

Kompas.com - 12/02/2011, 17:27 WIB

KOMPAS.com — Kelompok oposisi Mesir melihat peluang pascaturunnya Hosni Mubarak dari tampuk kepresidenan. Salah satunya menyangkut soal sistem politik yang lebih demokratis.

Sekretaris Jenderal Liga Arab Amr Moussa, yang juga warga Mesir, berkenaan dengan peluang itu mengatakan bahwa rakyat Mesir dapat memanfaatkan kesempatan  membangun konsensus nasional dan masa depan yang didasarkan pada demokrasi.

Sementara seorang tokoh kubu oposisi dari kelompok Ikhwanul Muslimin, Essam el-Erian, mengatakan, warga Mesir akan mencari bentuk politik baru ke depan. Sementara Mohammed ElBaradei mengatakan, negerinya telah dibebaskan setelah penindasan bertahun-tahun.

Hingga berita ini diturunkan, sebagaimana warta AP dan AFP pada Sabtu (12/2/2011), Alun-alun Tahrir mulai lengang. Padahal, semalam ribuan demonstran masih merayakan turunnya Mubarak. Kala fajar, makin banyak warga Mesir meninggalkan kawasan itu untuk kembali bekerja.

Kini hanya pasukan militer yang mempertahankan tank dan kendaraan lapis baja di jalan-jalan. Mereka masih berjaga-jaga, terutama di bagian luar bangunan-bangunan penting.

Sekutu

Jatuhnya Mubarak, menurut media massa, justru membawa dampak berbeda dengan Amerika Serikat (AS). Presiden Barack Obama bahkan cepat-cepat mengirim Laksamana Mike Mullen ke Jordania. Mullen adalah penasihat militer senior Uwak Sam (AS).

Di Jordania, Mullen pada Minggu (13/2/2011) akan bertemu dengan para pejabat negeri itu, termasuk Raja Abdullah II.

Jordania beberapa hari belakangan juga terimbas peristiwa kawasan. Rakyat Jordania selama lima minggu ke belakang sempat melancarkan aksi protes meski jumlah pengunjuk rasa menurun.

Aksi Mullen tak berhenti di Jordania. Ia akan melanjutkan perjalanan ke Tel Aviv, Israel. Setelah mengikuti peringatan masa pensiun rekannya dari Israel, Letnan Jenderal Gabi Ashkenazi, Minggu, Mullen bertemu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Presiden Shimon Peres. Pertemuan itu bakal berlangsung pada Senin (14/2/2011).

Di Timur Tengah, Mesir, Jordania, dan Israel termasuk sekutu dekat AS. Maka, runtuhnya kekuasaan Mubarak seakan menjadi pertaruhan besar bagi AS untuk mempertahankan pengaruhnya. Perubahan politik bakal terjadi di situ dan Israel makin terlihat khawatir dengan perubahan cepat di sekitar dirinya. Para pengamat mengatakan, AS saat ini terkesan tengah gamang.

Jordania dan Mesir sebelumnya memainkan peran penting dengan AS dalam isu perdamaian Israel-Palestina dan isu ekonomi. Pasalnya, Mesir juga mengontrol Terusan Suez, salah satu rute utama dunia untuk pengapalan minyak.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau