Respon kerusuhan

DPR ke Cikeusik dan Temanggung

Kompas.com - 14/02/2011, 10:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Merespon kasus penyerangan Ahmadiyah dan kerusuhan di Temanggung, Komisi VIII DPR RI berangkat ke lokasi peristiwa di Cikeusik, Pandeglang Banten dan Temanggung, Jawa Tengah, Senin (14/2/2011).

Komisi terbagi dalam dua tim, tim ke Temanggung dipimpin oleh Ketua Komisi Abdul Kadir Karding sedangkan tim ke Cikeusik dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi Ahmad Zainuddin.

Karding mengatakan ada tiga poin yang menjadi sasaran tim komisi di Cikeusik dan Temanggung. Pertama, tim akan mencari tahu sejauh mana pembinaan umat yang dilakukan Kementerian Agama di kedua daerah tersebut sehingga memungkinkan peristiwa kekerasan tersebut terjadi.

Kedua, komisi berharap dapat mengurai masalah sebenarnya yang memungkinkan meledaknya persitwa tersebut. Ketiga, mencari solusi dari peristiwa-peristiwa yang telah terjadi. "Tiga poin itu yang akan kita lihat, kondisi terakhir kayak apa, kita mau lihat forum umat beragama dan gereja di situ," katanya ketika dihubungi wartawan.

Karding menegaskan kunjungan hanya akan berlangsung selama sehari. Selain mengunjungi lokasi peristiwa, tim-tim komisi juga akan mengunjungi rumah para korban serta rumah sakit yang menangani para korban kerusuhan dan penyerangan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau