Pemuka Agama Jabar Berkoordinasi

Kompas.com - 14/02/2011, 17:45 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com - Para pemuka agama di Jawa Barat sepakat untuk mengantisipasi agar konflik di Cikeusik, Pandeglang, Banten serta kerusuhan di Temanggung, Jateng, tidak terulang lagi. Pernyataan bersama kerukunan beragama tersebut dilaksanakan di Gedung Sate, Bandung, Senin (14/2/2011).

Para pemuka agama yang hadir dan menandatangani pernyataan tersebut seperti Ketua MUI Jabar KH A Hafiz Utsman, Uskup Bandung Mgr Ignatius Suharya, Ketua PGIW Jabar Pdt Krisna Ludya Suryadi, Ketua Walubi Jabar Handoyo Oyong, Ketua Parisadha Hindu Dharma Putu Sulatra, dan Ketua Matakin Jabar Bambang Sukoco.

Pernyataan sikap tersebut juga disaksikan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Pangdam III/Siliwangi Mayjen Moeldoko, Kapolda Jabar Irjen Suparni Parto, dan Ketua DPRD Jabar Irfan Suryanegara.

Inti dari pernyataan para pemuka beragama itu adalah bertekad membina kerukunan umat beragama, mengupayakan masalah antarumat beragama melalui dialog, serta berkoordinasi dengan instansi berwajib bila ada indikasi konflik sosial.

Dalam sambutannya, Kapolda Jabar meminta seluruh polres dari daerah yang rawan untuk menyusun rencana keamanan untuk mengantisipasi konflik terjadi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau