Sambil Mabuk, Kate Moss Kepergok Borong Alat Seks

Kompas.com - 15/02/2011, 15:42 WIB

LONDON, KOMPAS.com -- Model Kate Moss memang tak pernah redup dari berita-berita sensasional. Baru-baru ini, ia kembali jadi bahan pemberitaan setelah kedapatan masuk sebuah toko penjualan alat-alat seks (sex shop) di Soho London dalam keadaan mabuk berat.

Kepada seorang pelayan toko, model asal Inggris itu, sempat mengaku sedang "sangat bergairah" dan berniat membeli sejumlah alat seks (sex toys).

Setelah berkeliling dan mengetes sejumlah alat-alat khusus orang-orang dewasa itu, pemilik nama Katherine "Kate" Ann Moss, itu dilaporkan telah membeli tujuh macam alat bantu seks mini pelbagai model.

Kepada The News of The World, seorang pembeli mengatakan, "Dia (Moss) mulai menyemprotkan pelumas beraroma stroberi ke udara dan bermain-main dengan sebuah mainan seks berukuran besar berwarna hitam. Ia bahkan memukul bagian pipinya dengan alat seks tersebut," ujar si pembeli yang melihat aksi Moss di toko tersebut.

Di toko tersebut, Kate bahkan sempat terlihat mengisap sesuatu sebelum ia sempoyongan ke lantai dan kemudian mengulangi proses yang sama setelah sadar kembali. Ia lantas pergi setelah membayar barang-barang yang dibelinya itu.

Sejauh ini, belum ada keterangan dari Moss atau juru bicaranya mengenai peristiwa tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau