5 Kebiasaan Baik di Kamar Mandi

Kompas.com - 16/02/2011, 09:21 WIB

KOMPAS.com - Ada orang yang menghabiskan waktu begitu lama ketika mandi, ada pula yang hanya butuh lima menit. Anda mungkin akan bertanya-tanya, apa sih yang dilakukan orang sehingga betah mendekam selama satu jam di kamar mandi? Ternyata, bukan hanya membasuh tubuh atau keramas saja, tetapi juga melakukan berbagai kebiasaan baik berikut ini.

Mencegah jerawat di punggung
Lakukan eksfoliasi, atau pengelupasan, pada kulit setiap beberapa hari. Gunanya untuk mencegah jerawat bermunculan di tubuh Anda (bukan hanya di wajah!). Pakai sarung tangan loofah atau body scrub yang dibuat dengan kandungan gula (gula lebih ringan daripada garam) untuk menyingkirkan sel-sel kulit mati yang bisa menyumbat pori-pori dan menyebabkan jerawat.

Meregangkan badan
Luangkan waktu sekitar dua menit untuk meregangkan punggung bawah Anda untuk melepaskan ketegangan di dalam pikiran dan otot-otot Anda. Lakukan gerakan squat (kaki dibuka sedikit lebih lebar dari bahu, posisi tubuh merendah seperti akan duduk) sambil merentangkan kedua tangan di depan tubuh. Biarkan air hangat menepuk-nepuk punggung bawah Anda, memberikan sensasi pijatan yang membuat rileks. Hawa panas merupakan pengobatan natural yang efektif untuk mengatasi ketegangan atau nyeri otot, dan membuat sesi peregangan menjadi lebih efektif.

Melonggarkan hidung tersumbat
Mandi air hangat bisa membantu Anda melonggarkan hidung yang tersumbat akibat pilek atau infeksi sinus. Jika kondisinya sangat parah, bawalah neti pot atau mangkuk berisi air panas ke dalam kamar mandi. Tundukkan kepala di atas mangkuk air panas, lalu bernafaslah di atas uap panasnya selama lima menit. Kemudian, isi mangkuk Anda dengan garam, dan gunakan air dari pancuran untuk menciptakan suhu yang pas. Uap panas tak hanya membuat Anda jadi lebih mudah bernafas, Anda juga tidak akan menghabiskan tisu karena harus mengeluarkan ingus.

Menghilangkan ketombe
Untuk membasmi ketombe secara alami, buat campuran bahan-bahan ini: secangkir cuka sari apel dan setengah cangkir air hangat. Setelah keramas, tuangkan campuran ini ke atas kepala, lalu pijat-pijat rambut dan kulit kepala Anda. Hal ini lebih mudah dilakukan di kamar mandi untuk mencegah air cuka tumpah di mana-mana. Anda tak perlu membilas rambut Anda, kecuali bila Anda tak tahan dengan baunya.

Menggosok tumit retak dan kasar
Udara dingin bisa menyebabkan kulit menjadi kasar, khususnya di bagian tangan dan kaki. Karena selalu menyentuh permukaan yang keras, kulit telapak kaki pun menjadi keras dan kering. Kalau sudah begitu, tumit mengalami retak-retak dan kadang-kadang perih. Untuk itu, Anda bisa melenyapkan kulit kering itu dengan menggosoknya dengan batu apung di kamar mandi. Ketika kaki masih dalam keadaan basah, kulit menjadi lebih lembut dan bagian yang kasar lebih mudah dihilangkan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau