Hari raya nyepi 1933

Gubernur DKI Dukung Pawai Ogoh-ogoh

Kompas.com - 16/02/2011, 10:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mendukung pawai ogoh-ogoh pada Jumat (4/3/2011) di Silang Monas terkait dengan perayaan hari raya Nyepi tahun Saka 1933 bagi umat Hindu.

"Ini telah menjadi kalender tetap setiap tahun bagi Pemda DKI, dalam kerangka menghargai keberagaman, bersatu, memelihara kebersamaan yang baik di antara masyarakat di Ibu Kota negara," kata IB Alit, Juru Bicara Panitia Nasional Hari Raya Nyepi, mengulangi pernyataan Gubernur saat menerima panitia di ruang tamu Gubernur, Jakarta, Rabu (16/2/2011).

Gubernur minta kepada panitia dan Wali Kota serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata DKI Jakarta untuk menyosialisasikan pawai budaya agar dapat berjalan lebih sukses dari tahun-tahun sebelumnya.

"Tampilkan contoh yang aman di Jakarta melalui peristiwa budaya ini, sebagai sebuah kegiatan dengan maksud dan tujuan yang baik," kata Gubernur sebagaimana disampaikan Alit.

Gubernur mengimbau para pengelola hotel, biro perjalanan, atau pemandu wisata untuk mengajak wisatawan menyaksikan pawai budaya tersebut bersama masyarakat Jakarta.

Dia juga meminta kepada aparat terkait untuk membantu kelancaran lalu lintas pada hari Jumat sore tersebut di Silang Monas.

Koordinator kegiatan sosial/pawai, Ida Bagus Djayapati, melaporkan, ada 18 grup pawai ogoh-ogoh dari berbagai banjar se-Jabodetabek dan perwakilan dari Banten akan memeriahkan acara yang berhubungan dengan pelaksanaan Tawur Agung, sehari menjelang hari raya Nyepi.

Tawur Agung bermakna membersihkan alam semesta (buana agung) maupun kehidupan manusia (buana alit) dari segala kekotoran.

Dia mengatakan pawai ogoh-ogoh akan dimeriahkan dengan penampilan kesenian ondel-ondel dan barongsai, sebagai salah satu wujud kebersamaan dan keberagaman di Jakarta.

Hari raya Nyepi tahun Saka 1933 jatuh pada Sabtu (5/3/2011), sebagai peringatan Tahun Baru bagi umat Hindu, dengan menjalankan Catur Brata Nyepi.

Ketua Panitia Nasional Erlangga Mantik juga melaporkan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan dan bantuan kesehatan serta sembako telah dilaksanakan di Jakarta.

Selain itu akan dilaksanakan penanaman pohon untuk penghijauan di Bogor.

Puncak perayaan dalam bentuk Dharma Shanti Nasional akan dilaksanakan pada Minggu (20/3/2011) di Cilangkap, Jakarta Timur, yang diupayakan dihadiri Presiden.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau