Ikuti Talkshow "Bebas Bakteri dengan ASI"

Kompas.com - 16/02/2011, 15:29 WIB

KOMPAS.com - Heboh tentang pemberitaan susu formula berbakteri akhir-akhir ini membuat sebagian besar orang tua resah. Tanda tanya mengenai nama-nama merek susu formula di pasaran yang tercemar Enterobacter Sakazakii belum juga terjawab hingga saat ini.

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan dan BPOM mengklaim tidak pernah mengetahui hasil penelitian tersebut. Sedangkan IPB selaku lembaga yang  meneliti cemaran bakteri itu belum berkenan mengumumkannya kepada publik dengan alasan etika dan independensi.

Kenyataan ini jelas membuat masyarakat bingung karena tak ada pihak yang dapat mengklarifikasi temuan susu tercemar tersebut. Minimnya informasi dan pengetahuan masyarakat mengenai nutrisi yang tepat bagi bayi juga membuat isu ini bisa menjadi bertambah pelik.

Pada beberapa kesempatan, Menteri Kesehatan Endang Sedyaningsih berulangkali mengimbau masyarakat untuk memberi Air Susu Ibu (ASI) untuk mencegah terjadinya kontaminasi bakteri membahayakan pada bayi.

ASI merupakan nutrisi terbaik bagi bayi mengingat beribu manfaat yang diberikannya mulai dari meningkatkan daya tahan tubuh, membuat cerdas, hingga menciptakan ikatan kuat antara ibu dan anak.

"Kami tidak menganjurkan bayi kurang dari 6 bulan minum susu formula. Harus disusui eksklusif dan diteruskan sampai dua tahun dengan MPASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu)," ungkap Menkes pekan lalu.

Nah, informasi tentang keunggulan ASI mencegah kontaminasi bakteri mungkin belum banyak yang tersampaikan kepada masyarakat.  Apa saja dan bagaimana  memberi ASI secara maksimal khususnya bagi para ibu yang bekerja pun belum sepenuhnya dipahami masyarakat.

KOMPAS.com dalam kegiatan promonya pekan ini mengadakan talkshow kesehatan bertajuk Mau Bebas Bakteri, Berikan ASI!.  Acara ini akan digelar di Atrium Mall Pejaten Village pada Sabtu, 19 Februari 2011 mulai pukul 14.00 WIB.

Acara yang digagas kanal Kompas Health KOMPAS.com ini akan mengundang  konselor laktasi yang juga Ketua AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia) Mia Susanto dan penyanyi Widi AB Three yang kini tengah sibuk membesarkan anaknya.

Selain talkshow kesehatan, pada sesi sebelumnya yakni pada pukul 13.00 juga akan diadakan talkshow lain dengan topik properti. Talkshow yang digagas Kanal Properti KOMPAS.com  ini akan menghadirkan Stevens Hoki Plus yang akan membahas tentang bisnis, propreti dan keuangan dari sisi fengsui.

Jadi, kosongkan agenda Anda untuk hari Sabtu nanti, lalu ajak keluarga Anda ke Mall Pejaten Village untuk mengikuti acara yang akan bertabur hadiah ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau