TABANAN, KOMPAS.com - Dua orang perampok bersepeda motor membawa kabur uang sebesar Rp 90 juta milik I Ketut Sukarta (54), pengusaha asal Desa Jatiluwih, Kabupaten Tabanan, Bali, Rabu (16/2/2011) siang.
"Kejadiannya begitu cepat, saya tidak mampu mempertahankan uang Rp 90 juta milik saya yang akan dipakai membeli jagung," kata Sukarta di Mapolres Tabanan.
Sukarta mengatakan perampokan terjadi saat dirinya memarkir mobil di pinggir jalan jurusan Tabanan-Penebel, tepatnya di dekat penginapan The Kiil, Wanasari, Tabanan. "Saya manaruh uang tunai Rp 90 Juta yang baru saja diambil dari BNI di jok belakang mobil," kata korban.
Sekitar pukul 11.30 Wita, ia baru saja mengambil uang dari Bank BNI di Kediri sebanyak Rp 90 Juta. Seperti biasa ia membungkus uang itu dengan plastik hitam dan ditaruhnya di jok bagian belakang mobil Suzuki Escudo bernopol DK 635 GF.
Korban bermaksud pulang ke rumahnya di Penebel, Jatiluwih. Hanya saja sesampai di TKP di dekat penginapan The Kill, Desa Wanasari, ia berhenti di sebuah warung untuk membeli rokok.
Mobil korban dibiarkan dalam keadaan mesin masih hidup, karena ia menganggap situasi aman sehingga pergi ke warung, yang berjarak sekitar tiga meter dari lokasi parkir.
Saat hendak balik ke mobil ia melihat dua orang mengendarai sepeda motor jenis bebek dan langsung membuka pintu kendaraanya dan membawa kabur uang dalam kantong plastik hitam. "Yang di depan pakai baju lengan panjang putih, celana hitam, sementara yang diboceng, saya tidak jelas," katanya.
Dua pelaku itu kemudian lari ke arah kota. "Saat itu saya panik dan tidak sempat melihat nomor kendaraan dua orang itu," ujarnya.
Kasus itu segera dilaporkan ke Mapolres Tabanan dan polisi langsung melakukan pengejaran terhadap dua orang yang diduga pelaku perampokan berbekal informasi dan ciri-ciri yang disampaikan korban.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang