Perampokan

Lagi, Perampok Sikat Uang Nasabah Bank

Kompas.com - 16/02/2011, 20:33 WIB

TABANAN, KOMPAS.com - Dua orang perampok bersepeda motor membawa kabur uang sebesar Rp 90 juta milik I Ketut Sukarta (54), pengusaha asal Desa Jatiluwih, Kabupaten Tabanan, Bali, Rabu (16/2/2011) siang.

"Kejadiannya begitu cepat, saya tidak mampu mempertahankan uang Rp 90 juta milik saya yang akan dipakai membeli jagung," kata Sukarta di Mapolres Tabanan.

Sukarta mengatakan perampokan terjadi saat dirinya memarkir mobil di pinggir jalan jurusan Tabanan-Penebel, tepatnya di dekat penginapan The Kiil, Wanasari, Tabanan. "Saya manaruh uang tunai Rp 90 Juta yang baru saja diambil dari BNI di jok belakang mobil," kata korban.

Sekitar pukul 11.30 Wita, ia baru saja mengambil uang dari Bank BNI di Kediri sebanyak Rp 90 Juta. Seperti biasa ia membungkus uang itu dengan plastik hitam dan ditaruhnya di jok bagian belakang mobil Suzuki Escudo bernopol DK 635 GF.

Korban bermaksud pulang ke rumahnya di Penebel, Jatiluwih. Hanya saja sesampai di TKP di dekat penginapan The Kill, Desa Wanasari, ia berhenti di sebuah warung untuk membeli rokok.

Mobil korban dibiarkan dalam keadaan mesin masih hidup, karena ia menganggap situasi aman sehingga pergi ke warung, yang berjarak sekitar tiga meter dari lokasi parkir.

Saat hendak balik ke mobil ia melihat dua orang mengendarai sepeda motor jenis bebek dan langsung membuka pintu kendaraanya dan membawa kabur uang dalam kantong plastik hitam. "Yang di depan pakai baju lengan panjang putih, celana hitam, sementara yang diboceng, saya tidak jelas," katanya.

Dua pelaku itu kemudian lari ke arah kota. "Saat itu saya panik dan tidak sempat melihat nomor kendaraan dua orang itu," ujarnya.

Kasus itu segera dilaporkan ke Mapolres Tabanan dan polisi langsung melakukan pengejaran terhadap dua orang yang diduga pelaku perampokan berbekal informasi dan ciri-ciri yang disampaikan korban.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau