Kontroversi ahmadiyah

PPP dan PKB Usul Panja Ahmadiyah

Kompas.com - 16/02/2011, 22:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah anggota Komisi VIII DPR mengusulkan agar dibentuk panitia kerja (panja) untuk mencari solusi atas kontroversi perkembangan Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI). Usulan tersebut datang dari Hasrul Azwar dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Ali Maschan Moesa dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

"Kita bentuk saja Panja Ahmadiyah Qadian sebagai sumbangsih komisi VIII, karena banyak sekali literaturnya bertentangan dengan Islam," kata Hasrul dalam rapat dengar pendapat di Komisi VIII DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/2/2011).

Panja Ahmadiyah, kata Hasrul, dirasa perlu untuk memperdalam pembahasan Ahmadiyah, termasuk yang berkaitan dengan teologi Ahmadiyah. Hal senada disampaikan Ali Maschan. "Kalau malam ini tidak selesai (dialog perbedaan Islam dengan Ahmadiyah), saya setuju Panja atau Pansus itu penting," kata Ali Maschan.

Kendati demikian, anggota Komisi VIII dari fraksi Gerindra, Syaifudin Donodjoyo merasa tidak perlu membentuk Panja. Menurutnya, ajaran Ahmadiyah tidak perlu diperdalam melalui Panja karena dinilai sudah jelas berbeda dengan ajaran Islam. "Ahmadiyah bukan masalah HAM, bukan masalah kebebasan beragama, tapi kesesatan," katanya.

Hari Rabu (16/2/2011), Komisi VIII menggelar rapat dengar pendapat bersama jajaran pengurus Jamaah Ahmadiyah Indonesia. Rapat dengar pendapat kali ini bertujuan menemukan solusi terhadap permasalahan terkait aliran Ahmadiyah di Indonesia. Selain jajaran pengurus Ahmadiyah, tampak hadir Ketua LBH Jakarta Nurkholis dan Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, Erna Ratnaningsih.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau