CILEGON, KOMPAS.com - Tujuh mayat korban Kapal Terbakar Laut Teduh II yang saat ini berada di RS Krakatau Medika, Cilegon akan dikubur massal karena hingga kini belum ada keluarganya.
"Kalau memang sudah tidak ada lagi dari pihak keluarga yang mengaku kehilangan keluarga , maka kami atas perintah dari pihak kepolisian akan melakukan kubur masal," kata Kepala DVI, Provinsi Banten, AKBP dr Agung Widjayanto, Rabu (16/2/2011).
Keputusan kubur masal itu akan dilakukan, jika sudah ada instruksi dari penyidik. "Kami hanya menunggu dari penyidik, kalau dari penyidik meminta agar dilakukan penghentian proses penyelidikan, maka pihak rumah sakit akan melakukan kubur masal, mayat yang terisa yang saat ini masih berada di ruang jenazah RSKM," katanya.
Kepala Seksi Patroli, Pengawasan dan SAR Ditpolair Polda Banten Kompol Noman T Nurpati menjelaskan, saat ini belum ada perintah dari atasan mengenai penghentian proses identifikasi mayat yang saat ini masih tersisa.
"Saya belum dapat perintah dari Pak Direktur Polair Polda Banten, apakah sisa mayat itu akan dilakukan kubur masal atau tidak," katanya.
Namun, perintah yang sudah dikeluarkan oleh Dirpolair Polda Banten, adalah melakukan pengawasan dan pengamanan KMP Laut Teduh II yang terbakar pada (28/1/2011) dan kandas di belakang Hotel Mandalika, Anyer.
"Kami hanya diperintahkan untuk mengawasi dan mengamankan kapal terbakarnya saja, karena proses penyelidikan masih berlangsung," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang