Hore, Regulasi Mobil Murah Indonesia April

Kompas.com - 17/02/2011, 09:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kebijakan Pemerintah Indonesia tentang program mobil murah dah ramah lingkungan (low cost dan green car) sudah masuk ke tahap final dan siap digulirkan April 2011. Demikian disampaikan Edy Putra Irawady, Deputi Menteri Koordinator Perekonomian Bidang Industri dan Perdagangan ketika menjawab pertanyaan Kompas.com soal low cost dan green car, semalam (16/2).

Edy melanjutkan, pemerintah masih melakukan finalisasi terhadap peraturan tersebut.Nantinya, regulasi yang keluar berbentuk Peraturan Pemerintah (PP). "Pekan depan kami masih melakukan pembahasan, menyinergikan program dan kebijakan, mudah-mudahan April (keluar)," ujar Edy.

Salah satu fokus yang masih dibahas, kata Eddy, soal insentif berupa keringanan pajak penjualan barang mewah(PPnBM) dan beban fiskal di daerah.

Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Budi Darmadipernah mengatakan, selain pusat, pemerintah daerah perlu andil dalam menyukseskan program ini. Salah satu kunci utama dipegang oleh pemerintah daerah karena terkait penetapan pajak BBN disetiap daerah. "Kalau sekarang rata-rata BBN itu 10 persen, bisa dikurangi 5 persen saja pasti akan positif," ujar Budi.

Dengan insentif fiskal, penghapusan PPnBM dan pengurangan BBN, daya saing low cost and green car Indonesia akan kompetitif. Lebih baik daripada program Eco Car di Thailand yang harus memenuhi kuota produksi tertentu (100.000 unit per tahun).

Saat ini sejumlah prinsipal otomotif makin menunjukkan keseriusannya menggarap program mobil murah di Indonesia. Buktinya, Toyota dan Daihatsu dikabarkan siap bangun pabrik baru dengan dana Rp2,1 triliun. Suzuki dan Nissan juga menyatakan ketertarikannya memproduksi mobil ini.

Jadi, para ATPM siap-siap dengan kendaraan murahnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau