JAKARTA, KOMPAS.com — Pasca-insiden Cikeusik, Banten; Temanggung, Jawa Tengah; dan Pasuruan, Jawa Timur, Wakil Presiden Boediono meminta kerukunan umat beragama ditingkatkan kualitasnya. Terutama bagi pembangunan karakter generasi muda yang menjadi cikal bakal pemimpin masa depan.
Hal itu diungkapkan oleh pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah, H Sofwan Manaf, kepada pers, seusai diterima Wapres Boediono di Istana Wapres, Jakarta, Kamis (17/2/2011) pagi tadi.
"Melalui kegiatan seni dan budaya, diharapkan oleh Wapres pertemuan antarumat beragama di kalangan generasi muda dapat meningkatkan kualitas kerukunan umat," ujar Sofwan.
Menurut Wapres, kualitas kerukunan umat beragama di antara generasi muda melalui berbagai kegiatan yang tak hanya bersifat keagamaan, akan tetapi juga seni dan budaya saat ini sangat penting untuk menentukan karakter kepemimpinan bangsa di masa datang.
Sementara, dalam laporannya, Sofwan menyatakan kegiatan Indonedia Open Marching Band Championship (IOBC) 2011, yang diselenggarakan oleh komunitas Islam itu dihadiri sebagian besar oleh peserta marching band dari komunitas agama lainnya, seperti Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha.
Menurut Sofwan, peserta IOBC 2011 diikuti oleh 64 marching band se-Indonesia, hanya lima pondok pesantren. "Selebihnya komunitas agama lain. Jadi, melalui kegiatan seni dan gerak ini, kerukunan umat beragama di kalangan generasi muda bisa dibangun dan ditingkatkan," kata Sofwan lagi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang