Kerukunan beragama

Wapres: Tingkatkan Kerukunan Umat

Kompas.com - 17/02/2011, 13:26 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pasca-insiden Cikeusik, Banten; Temanggung, Jawa Tengah; dan Pasuruan, Jawa Timur, Wakil Presiden Boediono meminta kerukunan umat beragama ditingkatkan kualitasnya. Terutama bagi pembangunan karakter generasi muda yang menjadi cikal bakal pemimpin masa depan.

Hal itu diungkapkan oleh pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah, H Sofwan Manaf, kepada pers, seusai diterima Wapres Boediono di Istana Wapres, Jakarta, Kamis (17/2/2011) pagi tadi.

"Melalui kegiatan seni dan budaya, diharapkan oleh Wapres pertemuan antarumat beragama di kalangan generasi muda dapat meningkatkan kualitas kerukunan umat," ujar Sofwan.

Menurut Wapres, kualitas kerukunan umat beragama di antara generasi muda melalui berbagai kegiatan yang tak hanya bersifat keagamaan, akan tetapi juga seni dan budaya saat ini sangat penting untuk menentukan karakter kepemimpinan bangsa di masa datang.

Sementara, dalam laporannya, Sofwan menyatakan kegiatan Indonedia Open Marching Band Championship (IOBC) 2011, yang diselenggarakan oleh komunitas Islam itu dihadiri sebagian besar oleh peserta marching band dari komunitas agama lainnya, seperti Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha.

Menurut Sofwan, peserta IOBC 2011 diikuti oleh 64 marching band se-Indonesia, hanya lima pondok pesantren. "Selebihnya komunitas agama lain. Jadi, melalui kegiatan seni dan gerak ini, kerukunan umat beragama di kalangan generasi muda bisa dibangun dan ditingkatkan," kata Sofwan lagi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau