Wajah Otomotif ASEAN 2010, Indonesia Top!

Kompas.com - 18/02/2011, 07:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Melihat angka-angka yang dikeluarkan oleh ASEAN  Automotive Federation  (AAF) untuk penjualan mobil dan sepeda motor selama 2010 di negara-negara ASEAN, Indonesia paling perkasa dalam pertumbuhan. 

Untuk mobil, yang terdiri dari kendaraan penumpang dan komersial, pertumbuhan terbesar dari 6 negara ASEAN yang diterbitkan AAF (Brunei, Filipina, Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand)—dibanding tahun sebelumnya (2009)—Indonesia paling besar, yaitu 58,1 persen. Posisi kedua, Thailand 45,8 persen, tetapi total unit terjual paling top 800.357 unit.

Dari keenam negara tersebut, penjualan yang paling terpuruk adalah Singapura, minus 34,7 persen dari tahun sebelumnya atau hanya bisa menjual 51.891 unit mobil. Vietnam juga turun,  hanya 6,5 persen atau hanya 111.737 unit.

Total penjualan mobil pada keenam negara ASEAN tersebut 2.515.930 unit atau naik 31,5 persen dari tahun sebelumnya 1.913.098 unit

Karena pertumbuhan Indonesia yang sangat cepat itulah banyak investor ingin mengembangkan industrinya di Indonesia. Sayang, mereka masih khawatir dengan masalah infrastruktur termasuk lalu lintas  Jakarta yang supermacet.

Sepeda Motor
Untuk sepeda motor, Indonesia adalah raksasa ASEAN. Bukan hanya total penjualan tertinggi, pertumbuhan  paling top di ASEAN, yaitu 25,8 persen. Sedangkan Thailand sebagai saingan—juga dijadikan  sebagai pusat pengembangan industri  sepeda motor di ASEAN  oleh produsen Jepang—hanya berkontribusi 20,2 persen.

Untuk penjualan dalam negeri, Indonesia jauh lebih hebat, yaitu 7.3998.644 unit, dibandingkan Tahiland 1.845.997. Total sepeda motor yang terjual di ASEAN (tidak termasuk Vietnam, Myanmar, Kamboja, dan Laos), tahun lalu mencapai 10.480.946 unit atau naik 23,4 persen dari sebelumnya 8.495.693 unit. Indonesia menguasai 71 persen dari  empat negara ASEAN.

Tahun ini, para pelaku industri mobil dan sepeda motor di Indonesia masih optimistis memperoleh kenaikan kendati diterpa kenaikan harga minyak, pembatasan penggunaan premium sampai kenaikan pajak plus penerapan pajak progresif untuk pemilik kendaraan. Untuk sepeda motor hanya Singapura yang mengalami penurunan.

Produksi Mobil
Untuk produksi mobil, Indonesia sangat tertinggal dari Thailand. Di ASEAN, hanya Thailand produksi lebih tinggi dibandingkan dengan penjualan. Bahkan, produksi dua kali lipat dari yang terjual di negara tersebut. Adapun Indonesia, penjualan lebih tinggi dari yang diproduksi, berarti diimpor masih tinggi.

Produksi Thailand mencapai 1.645.304 unit atau dari empat negara Asian Thailand memproduksi 53 persen dari total mobil yang dibuat di kawasan ini, yaitu 3.102.170 unit. Produksi naik 46,1 persen dari tahun sebelumnya 2.123.746 unit. Produksi Indonesia di ASEAN hanya 22,6 persen atau 702.508 unit. Untuk produksi, Thailand mengalami kenaikan 64,6 persen, sedangkan Indonesia 51,1 persen.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau