Diburu, Pemilik Ladang Ganja di Garut

Kompas.com - 18/02/2011, 14:30 WIB

GARUT, KOMPAS.com - Dalam kurun waktu satu bulan, sejak 16 Januari hingga 17 Februari 2011, Polres Garut telah berhasil mengamankan 1.357 batang pohon ganja. Pohon-pohon ganja itu berasal dari tiga lokasi ladang ganja di kawasan pegunungan Legok Burak, Desa Simpang dan Gunung Puncak Gede, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut.

Kepala Polres Garut  AKBP Yayat Ruhiyat Hidayat didampingi Kasat Narkoba AKP Nurdjaman mengatakan hingga kini polisi terus menyelidiki kasus penemuan tiga ladang ganja ini. Menurutnya, polisi masih terus mencari siapa pemilik atau yang menanam tanaman haram itu.

"Mudah-mudahan dapat segera kita temukan siapa pelaku yang menanam ganja ini, " ujar Yayat kepada wartawan di Mapolres Garut, Jumat (18/2/2011).

Menurut Yayat, hingga saat ini Satuan Narkoba Polres Garut, telah menetapkan tiga tersangka pemakai dan penjual daun ganja yang mereka temukan di lereng gunung Legok Burak. Mereka adalah Kusnadi, Gandi dan Taryana.

"Ketiganya merupakan warga setempat yang ketahuan memetik dan menjual ganja. Namun hingga saat ini para tersangka masih membantah ladang ganja tersebut milik mereka," ujarnya.

Dikatakannya, di Gunung Legok Burak polisi menemukan dua ladang ganja masing-masing 278 batang dan 188 batang pohon ganja. Sedangkan di Gunung Puncak Gede ditemukan 891 batang ganja.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau