Islam di Mata Mualaf Ipar Tony Blair

Kompas.com - 18/02/2011, 14:35 WIB

COLCHESTER, KOMPAS.com — "Apakah menjadi  Muslimah membuat Anda merasa damai?" tanya seorang gadis cilik kepada Lauren Booth, adik ipar mantan PM Inggris Tony Blair.  "It's very peacefull," jawab  Booth yang sudah setahun  menjadi Muslimah.

Booth menjawab pertanyaan itu pada  seminar "Islam, Fear Or Not To Fear?"  yang merupakan bagian dari acara Islam Conference yang digelar Islamic Society Essex University, Colchester, pekan silam.

Perempuan kulit putih itu menjadi pembicara dengan topik  "My Journey to Islam". Seminar itu dihadiri lebih dari 200 peserta, termasuk  Wali Kota Colchester Sonia Lewis.

Dia mengatakan, Muslim ingin semua orang menjadi bahagia. "Menjadi Muslim merupakan suatu kedamaian," ujar Lauren Booth lalu mengatakan bahwa kini  dirinya menjadi lebih tenang.

Booth, yang mengenakan jilbab begitu menjadi Muslimah, mengaku dibesarkan oleh orangtua yang tak religius di London Utara.

"Ayah saya, aktor Tony Booth, membagi waktunya antara bandar judi dan pub," kata perempuan kelahiran 1967 itu. Tony Booth dikenal  karena perannya dalam Till Death Do Us Part. Tony adalah ayah dari Cherie Blair, istri mantan PM Inggris Tony Blair.

Kedua orangtuanya  non-Muslim dan Booth menyebut ibunya lebih percaya tahayul, misalnya meletakkan benda tertentu di  tempat tidur untuk mengusir setan.

"Pada saat kecil, saya ingat suka berdoa kepada Tuhan, saat teman-teman bermain ketika istirahat saya justru suka membaca Alkitab," katanya.

Booth mengatakan persepsinya  tentang Islam sama dengan umumnya orang Barat saat terjadi peristiwa 9/11 di New York, Amerika Serikat.

Tapi, ia mulai berpikir "apakah 1,3 miliar Muslim di dunia seburuk yang disebut-sebut. Mengapa tidak pernah terjadi perang besar antara kami dan mereka?"

Pertanyaan lain yang muncul adalah "mengapa wanita harus pergi belanja dengan menggunakan baju panjang dan penutup kepala. Sepertinya mereka merasa curiga saat saya sapa."

Dia mengaku, "Saya hanyalah seorang wanita biasa yang merasa yakin ada sesuatu yang hilang dengan terjadinya peristiwa 9/11."

Dia mengaku makin penasaran dan sejak itu Lauren bertanya mengenai Islam, di antaranya kepada sopir taksi yang berasal Somalia, Afganistan, dan Irak.

Pada saat itu, sebagai  wartawan, Booth mendapat tugas  meliput ke Palestina. Dia memang jurnalis yang sangat produktif dan menulis laporannya di berbagai Koran di Inggris, seperti New Statesman, The Sunday Times, Guardian dan Daily Mail.

Pada 2005, ia mengunjungi Tepi Barat untuk wawancara dengan Mahmoud Abbas. Pada tahun 2008, Lauren Booth kembali ke Gaza. Ia juga sering menghabiskan waktunya di Iran.

Saat terjadi pengepungan Israel di Jalur Gaza, Lauren menolak keluar dan menyatakan suatu kehormatan berada di bawah pengepungan bersama dengan orang-orang Palestina yang ingin bertahan hidup di bawah pendudukan Israel.

Makam Fatima Lauren selanjutnya menjadi juru kampanye menentang perang di Irak. Dia mendukung Koalisi Hentikan Perang, Media Pekerja terhadap Perang, dan Gerakan FreeGaza.

Lauren memutuskan menjadi seorang Muslim enam pekan setelah mengunjungi makam Fatima al-Masumeh di kota Qom.

"Pada saat itu saya duduk dan merasakan keadaan yang penuh dengan spiritual, kebahagiaan mutlak dan sukacita," katanya.

Ketika dia kembali ke Inggris, Lauren memutuskan untuk segera mengucapkan dua kalimat Syahadah dan menganut agama Islam. "Saya tidak lagi minum alkohol," ujar Lauren yang menyebutkan bahwa keluarganya sangat kecanduan, termasuk ayah dan mantan suaminya.

Ibu dua anak itu mengaku menjalani shalat lima waktu dan punya hubungan sangat dekat dengan ibundanya.

Ketika anak Booth bertanya, apakah setelah menjadi Muslim ia akan tetap menjadi ibu bagi mereka,  dia menjawab, "Tentu saya  menjadi ibu yang baik bagi mereka,"  ujar Lauren. Kedua anaknya mengikuti jejak Booth.

"Saya berusaha memberikan contoh, tidak menggurui mereka," ujar Lauren. Dia juga membaca Al Quran setiap hari dan berharap tahun ini bisa melaksakan ibadah umrah.

Menurut Lauren Booth, makin banyak umat Muslim di Inggris merupakan pertanda baik bagi negara tersebut. Dia mencontohkan diri sendiri yang sejak memeluk Islam menjadi pekerja yang baik dan menjadi ibu yang lebih baik untuk kedua putrinya.

Lauren berharap, perpindahan imannya menjadi seorang Muslimah itu bisa membantu Tony Blair, yang memperistri kakak tirinya, Cherrie, mengubah praduga  tentang Islam. Tony Blair adalah pendukung George Bush dalam perang Irak.

Ketika berkomentar mengenai Tony Blair, Booth  mengatakan, "Tony Blair....... yaa Tony Blair," ujarnya diplomatis.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau