Pantai gading

SCB, BNP Paribas, dan Citibank Disita

Kompas.com - 19/02/2011, 05:01 WIB

abidjan, jumat - Presiden petahana Pantai Gading Laurent Gbagbo menyita empat bank asing. Sebelumnya, empat bank itu telah membekukan kegiatan mereka di negara itu. Gbagbo menilai penutupan bank-bank itu menyalahi Undang-Undang Perbankan Pantai Gading karena dilakukan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

Dengan demikian, sudah ada sembilan bank yang menutup operasinya di Pantai Gading.

Juru bicara Gbagbo, Ahoua Don Mello, saat tampil di televisi nasional, Kamis (17/2), menjelaskan, bank-bank itu tidak memberi tahu rencana penutupan. Undang-undang mengharuskan perbankan melaporkan rencana penghentian operasional tiga bulan sebelumnya.

Don Mello menjelaskan, pemerintahan Gbagbo telah mengambil alih Standard Chartered Bank (Inggris), BNP Paribas (Perancis), Societe Generale (Perancis), serta Citibank (AS). Mayoritas pegawai negeri sipil (PNS) Pantai Gading menabung di keempat bank internasional tersebut.

Pemerintahan Gbagbo akan mengoperasikan setelah menasionalisasi empat bank itu demi kelancaran pembayaran gaji PNS bulan Februari.

Don Mello tidak merinci bagaimana cara Gbagbo membuka akses ke perbankan tersebut. Societe Generale dan BNP Paribas, Jumat, menolak berkomentar.

Gbagbo mengambil alih empat bank itu setelah lembaga ke- uangan internasional menutup semua akses keuangan pribadi, keluarga, dan pemerintahan Gbagbo.

Sanksi dunia

Sanksi itu juga merupakan bagian dari rangkaian saksi internasional atas Gbagbo yang membangkang dan tidak mau menyerahkan jabatan kepada Alassane Ouattara, presiden terpilih Pantai Gading dalam pemilu 28 November.

Sebanyak 15 negara yang tergabung dalam Economic Community of West African States (ECOWAS) pada Desember lalu mengakui Ouattara sebagai presiden sah.

Menurut Don Mello, kegiatan Societe Generale dan BNP Paribas akan segera dibuka pada Senin pekan depan atas prakarsa pemerintah.

Pada Januari lalu ECOWAS memecat Gubernur Bank Regional Afrika Barat Philippe Henri Dacoury Tabley asal Pantai Gading. Tabley adalah sahabat karib Gbagbo.

Bulan lalu pemerintahan Gbagbo tidak bisa mencairkan deposit untuk membayar gaji pegawai dan itu membuat keresahan baru di Pantai Gading. Para diplomat dan analis menilai, sekali saja gaji PNS ditahan, mereka tidak akan percaya kepada Gbagbo.

(AP/AFP/REUTERS/CAL)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau