BPOM, Rajinlah Umumkan Kualitas Makanan!

Kompas.com - 19/02/2011, 18:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Mengakhiri polemik tuntutan mengumumkan merek susu dan makanan bayi yang terkontaminasi Enterobacter sakazakii harus diikuti dengan kedisiplinan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (Badan POM) dalam mengumumkan kualitas makanan, minuman, dan obat-obatan setiap tahunnya.

"Badan POM harus umumkan kondisi makanan setiap tahun kepada masyarakat," kata Komisioner Badan Perlindungan Konsumen Nasional Indah Sukmaningsih di Warung Daun Cikini, Sabtu (19/2/2011).

Menurut Indah, Badan POM jarang memublikasikan secara terbuka kualitas makanan, minuman, dan obat yang ditelitinya kepada masyarakat. Padahal, itu dibutuhkan masyarakat sebagai petunjuk belanja dan konsumsi yang aman.

Selain itu, agar tak muncul kekhawatiran yang berlebihan di masyarakat, Badan POM juga harus terus disiplin melakukan pengecekan langsung ke pabrik-pabrik dan produsen dengan meminta bukti kualitas produk. Dengan demikian, paling tidak ada jaminan bahwa produk-produk yang dilepas ke pasar tergolong aman.

Indah mencatat, selama ini Badan POM tergolong tidak disiplin dalam mengumumkan produk-produk makanan, minuman, dan obat yang aman dipakai oleh masyarakat, kecuali jika ada permintaan khusus. Akibatnya, begitu ada kabar simpang siur, masyarakat terus-menerus khawatir.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau